Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ayo Cepat Carikan Solusi Atasi Persoalan Ternak Sapi di Kalsel

📅 Minggu, 17 Sep 2023, 01:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Cepat Carikan Solusi Atasi Persoalan Ternak Sapi di Kalsel Doc: ANTARA/HO-Humas Setwan Kalsel
Ket. Rombongan Komisi II DPRD Kalsel saat kunjungan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut di Pelaihari pada beberapa waktu lalu.

Banjarmasin - Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Imam Suprastowo berupaya mencari solusi guna mengatasi persoalan peternakan dan kesehatan sapi di Kalsel.

Imam di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan DPRD Kalsel berkoordinasi dengan pemerintah provinsi setempat dan pemerintah pusat untuk mengatasi masalah ternak sapi.

Imam menambahkan DPRD Kalsel akan menindaklanjuti pelaksanaan program Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (Siska Ku Intip) yang merupakan program Provinsi Kalsel.

Untuk percepatan program Siska Ku Intip tersebut, Komisi II DPRD Kalsel sempat mengunjungi Di!nas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut agar dapat mengoptimalkan sebagai lumbung sapi "Banua" atau Kalsel.

Imam mengungkapkan Kabupaten Tanah Laut memiliki potensi untuk menjadi lumbung sapi di Provinsi Banua tersebut.

Imam juga menyampaikan salah satu persoalan peternakan sapi, yaitu harga hewan ternak di Kalsel lebih tinggi dibanding daerah lain, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Madura.

Imam menyebutkan harga sapi di NTB lebih murah karena terdapat padang penggembalaan yang luas, sedangkan daerah Madura dengan karakter lahan tandus namun harga sapi lebih murah.

"Ini yang harus kita cari solusinya bersama, apa yang menjadi kendala di Kalsel," ujar Imam.

Sebagai catatan, Bumi Tuntung Pandang Tala pada tahun 1970-an terdapat sejumlah "ranch" (ladang ternak) antara lain "Soebardjo Ranch' dan "Ranch Sadjoko" tapi kini tinggal cerita.

Sementara itu, Kepala Disnak Keswan Kabupaten Tanah Laut Iwan Persada menyampaikan beberapa masalah terkait ternak dan kesehatan hewan di kabupaten tersebut.

Beberapa terakhir ini, Iwan mengungkapkan terjadi fluktuasi harga sapi yang berdampak terhadap peternak sapi lokal karena harga sapi dari luar daerah lebih murah.

Selain itu, Iwan menyebutkan lalu lintas masuk sapi dari luar tidak hanya melalui pelabuhan, namun terdapat sejumlah pintu di sepanjang pantai "Bumi Tuntung Pandang" Tanah Laut.

"Padahal kita tahu lalu lintas hewan antar daerah merupakan pintu masuk penyakit, yang masuknya tidak lewat pelabuhan. Sebab kalau lewat pelabuhan belum tentu lulus persyaratan ternak untuk masuk ke Kalsel," ujar Iwan.

Terkait Penyakit Mulut Kuku (PMK), Iwan mengungkapkan Pemkab Tanah Laut masih memiliki stok vaksin bagi sapi lebih dari 27.000 dosis terdiri dari empat jenis, sedangkan pelaksanaan vaksin sudah mencapai 3.000 dosis.

"PMK penularannya sangat cepat, namun tak mematikan, yang lebih berbahaya justru penyakit Jembrana yang bersifat menular pada sapi Bali yang banyak dibudidayakan di Tala," katanya.

Menurut Iwan, tingkat penularan Jembrana mencapai 10-70 persen dengan tingkat kematian sekitar 10-50 persen dengan harga vaksin Rp1,7 juta untuk 50 ekor sapi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.