Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Kekeringan, Pemkab Bangkalan Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih

📅 Rabu, 24 Jul 2024, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Kekeringan, Pemkab Bangkalan Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih Doc: ANTARA/ HO-BPBD Bangkalan
Ket. Pendistribusian bantuan air bersih ke salah satu desa terdampak kekeringan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Bangkalan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa terdampak kekeringan di wilayah itu.

"Ada sebanyak 70 desa di Kabupaten Bangkalan ini yang terdata rawan kekeringan dan kekurangan air bersih saat kemarau seperti sekarang ini," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bangkalan Geger Heri Susianto di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa.

Ia menjelaskan, sebanyak70 desa yang rawan kekeringan itu tersebar di 10 kecamatan

Saat ini, sambung dia, pihaknya sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan.

Jumlah desa terdampak kekeringan pada musim kemarau saat ini lebih banyak dibanding 2023.

Menurut Kalaksa BPBD Geger Heri Susianto, pada 2023, jumlah desa yang mengalami kekeringan sebanyak 61 desa, tersebar di sembilan kecamatan.

"Saat ini sebanyak 70 desa, dan tersebar di 10 kecamatan. Jadi ada tambahan satu kecamatan, sedangkan jumlah desa bertambah sebanyak sembilan desa," katanya.

Heri lebih lanjut menjelaskan, jenis kekeringan yang melanda Kabupaten Bangkalan ini terdiri dari kering kritis dan
kering langka.

Yang dimaksud dengan kering kritis adalah kekeringan yang terjadi, karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari, dan jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan ketersediaan air bersih sejauh tiga kilometer (km) bahkan lebih.

Sedangkan yang dimaksud dengan kering langka, kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter saja per orang, per hari. Jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat sekitar 0,5 kilometer hingga tiga kilometer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

59 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.