Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Potensi Panas Ekstrem, PMI Sebut Kolaborasi Antar-negara ASEAN Penting

📅 Sabtu, 11 Jan 2025, 09:00 WIB | Oleh:
Antisipasi Potensi Panas Ekstrem, PMI Sebut Kolaborasi Antar-negara ASEAN Penting Doc: ANTARA
Ket. Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat Ridwan S Charman saat menjadi narasumber di Forum Health Heat Asia Tenggara di Singapura, 7-10 Januari

SUKABUMI - Palang Merah Indonesia (PMI) dalam Forum Health Heat Asia Tenggara yang pertama diselenggarakan oleh Global Heat Health Information Network (GHHI) dari 7-10 Januari 2025 menyebutkan pentingnya kolaborasi antaranggota ASEAN untuk bersama mengantisipasi potensi panas ekstrem.

"Untuk mengantisipasi terjadinya panas ekstrem, tentu tidak bisa dilakukan oleh satu negara, tetapi harus ada kolaborasi antar-negara minimal tingkat Asean untuk bekerjasama mencari solusi dan tukar informasi serta teknologi dalam upaya antisipasi terjadinya panas ekstrem," kata Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat Ridwan S Charman yang juga menjadi narasumber di Forum Health Heat Asia Tenggara di Singapura melalui sambungan telepon, Jumat.

Menurut Ridwan yang sedang menempuh pendidikan Magister Manajemen Bencana di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, hasil dari Forum Health Heat Asia Tenggara banyak pembelajaran dan informasi dari negara-negara Asean seperti Singapura, Filipina dan lainnya serta negara non-Asean salah satunya India terkait penanganan dan antisipasi panas ekstrem yang sudah dilakukan oleh negara tersebut.

Salah satu yang menjadi perhatian pihaknya dalam upaya penanganan potensi panas ekstrem adalah teknologi yang dibuat oleh Singapura dengan mempersiapkan sistem pendingin untuk antisipasi terjadinya peningkatan suhu secara ekstrem yang bertujuan meminimalkan dampaknya.

Dalam upaya antisipasi panas ekstrem di Indonesia, PMI bersama pemerintah pusat hingga daerah telah melakukan berbagai upaya salah satunya dengan melakukan aksi  penanaman pohon, edukasi perubahan iklim kepada masyarakat dan lainnya.

Kemudian, mempersiapkan respon partisipasi masyarakat khususnya penanganan terhadap komunitas rentan seperti ibu hamil, anak-anak, manula serta penyandang disabilitas.

"Kami berharap dengan adanya kolaborasi antar-negara dampak terjadinya panas ekstrem bisa diminimalkan baik dari sisi korban maupun kerugian salah satunya dengan cara saling tukar menukar informasi, teknologi dan pengalaman terkait antisipasi potensi panas ekstrem," katanya.

Di sisi lain, Ridwan mengatakan PMI bersama mitra seperti Palang Merah Amerika Serikat (Amcross) dan USAID tengah melakukan kerja sama mengatasi cuaca panas ekstrem yang terjadi di daerah pesisir melalui program Coastal City Resilience and Extreme Heat Action Project (CoRHAP).

Tujuan program ini untuk meningkatkan masyarakat agar sadar atas risiko bencana panas ekstrem khususnya yang terjadi di daerah pesisir yang bisa mempengaruhi kondisi warga khususnya perekonomian hingga kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

11 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.