Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Kenakalan Remaja, Orang Tua Wajib Awasi Pergaulan Anak

📅 Selasa, 21 Mei 2024, 03:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Kenakalan Remaja, Orang Tua Wajib Awasi Pergaulan Anak Doc: ANTARA/HO Polres Jakut
Ket. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan bersama anak-anak di bawah Tol Penjaringan Jakarta Utara pada Senin (20/5/2024).

Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengajak para orang tua mengawasi pergaulan anak mereka sebagai upaya mencegah terjadinya kenakalan remaja.

"Kami mengajak para orang tua dan keluarga untuk mengawasi pergaulan putra dan putri mereka di lingkungan sekolah serta lingkungan permainannya," kata Kombes Pol Gidion di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kenakalan anak itu bermula dari mencoba kebiasaan merokok serta nongkrong-nongkrong ditemani alkohol.

Hal ini disampaikan saat mengunjungi anak-anak yang bermain di bawah jembatan Tol Penjaringan. Gidion disambut anak-anak yang sedang bermain dan melepas penat bersama orang tuanya.

"Hari ini kami sengaja mendatangi anak-anak di bawah tol Penjaringan," kata alumni Akademi Kepolisian 1996 tersebut.

Gidion menyempatkan diri berbincang dengan salah satu orang tua anak yang pernah bermasalah dengan hukum.

"Kebetulan, saya juga berkomunikasi dengan ibu Nurlela yang anaknya berhadapan dengan hukum," katanya. Ia mengatakan kegiatan yang dilakukannya dapat memberikan semangat dan solusi kepada keluarga yang membutuhkan perhatian.

"Semoga menjadi penyemangat bagi keluarga di sini," kata dia.

Menurut dia meski pernah berkonflik dengan hukum setiap anak itu punya hak hidup dan menggapai kesuksesan.

"Kesuksesan adalah hak setiap anak, jangan kecil hati tapi nyalakan api semangat berbuat yang terbaik," kata dia.

Sementara orang tua anak tersebut, Nurlela mengatakan anaknya yang berinisial S (17) sering membantu orang tua saat di rumah.

"Anaknya pendiam tapi rajin membantu orang tua," kata dia.

Ia mengungkapkan anak pertamanya bermasalah dengan hukum karena diajak oleh teman-temannya.

"Kalau di rumah anaknya baik, tapi kan kita tidak tahu teman-temannya di luar sana. Makanya dia dua kali berkonflik dengan hukum," kata dia.

Dirinya berharap anaknya dapat menyesali setiap hukuman yang pernah dijalani di Lembaga Permasyarakatan (LP).

"Semoga dia bisa Insyaf, nanti kalo ada uang akan lanjut sekolah karena pendidikan itu sangat penting," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.