Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Angka ‘7’ Diyakini sebagai Angka Keberuntungan, Kenapa Begitu?

📅 Minggu, 27 Agu 2023, 09:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Angka ‘7’ Diyakini sebagai Angka Keberuntungan, Kenapa Begitu? Doc: The Conversation/Press Association Images/Rebecca
Ket. Nomor punggung pesepakbola David Beckham

Steve Humble, Newcastle University

Tim sepak bola telah mengenakan nomor punggung sejak Arsenal bereksperimen dengan mengenakan seragam bernomor pada tahun 1928 (hal ini tidak membawa keberuntungan bagi mereka-mereka kalah 3-2 dari Sheffield Wednesday). Namun, Manchester United-lah yang membuat kostum nomor tujuh menjadi ikonik dengan menempatkan para pemain terbaik mereka di dalamnya-mungkin yang paling terkenal adalah David Beckham, yang mengatakan:


"Nomor punggung ini selalu menjadi inspirasi bagi saya, namun itu bukanlah nomor punggung saya. Itu adalah milik George Best, Bryan Robson, Eric Cantona. Satu-satunya alasan saya ingin mengenakan kostum No. 7 adalah karena para pemain tersebut. Saya tidak melihatnya sebagai sebuah intimidasi, saya melihatnya sebagai sebuah kehormatan… Saya selalu menginginkan kostum No. 7, saya tidak pernah berpikir akan mendapatkannya. Dan ketika manajer memutuskan untuk memberikannya kepada saya, itu terasa istimewa.

Mengapa kita mementingkan nomor-nomor tertentu? Mungkinkah kata-kata David Beckham memberi kita wawasan tentang alasan sebenarnya mengapa orang merasa nomor 7 adalah keberuntungan, atau mungkinkah sejarah nomor tersebut meresap ke dalam budaya kita sehingga kita terbenam di dalamnya tanpa benar-benar mengetahui alasannya?

Semuanya ada di sekitar kita

Coba pikirkan hari-hari dalam seminggu. Mengapa kita memiliki tujuh hari? Tujuh hari dalam sepekan dinamai berdasarkan nama-nama planet, dewa, dan benda-benda langit klasik-Senin (Bulan), Selasa (Mars), Rabu (Merkurius), Kamis (Jupiter), Jumat (Venus), Sabtu (Saturnus), dan Minggu (Matahari).

Pembagian minggu menjadi tujuh hari dapat dikaitkan dengan sistem Babilonia. Sehubungan dengan jalur bulan, satu minggu adalah sekitar seperempat (23,659%) waktu dari satu bulan baru ke bulan baru berikutnya. Orang Babilonia merayakan hari suci setiap tujuh hari untuk menandai empat fase ini, dihitung dari malam bulan baru. Empat fase bulan-bulan baru, seperempat pertama, bulan purnama, seperempat terakhir-berlangsung selama sekitar 29,53 hari.

Namun, kita juga memiliki alasan religius untuk berpikir bahwa angka 7 itu istimewa-pikirkan: tujuh dosa yang mematikan dan langit ketujuh. Di alam, ada tujuh keajaiban dunia, tujuh warna pelangi, tujuh lautan, dan tujuh benua. Dalam dunia perjudian, titik-titik di sisi berlawanan dari dadu biasa berjumlah tujuh dan ada kepercayaan umum bahwa serangkaian tujuh kocokan akan mengacak setumpuk kartu. Anehnya, delapan kocokan riffle yang sempurna akan mengembalikan setumpuk 52 kartu ke urutan aslinya.

Bersenang-senang dengan angka

Universitas Newcastle menyelenggarakan "UK Numbers Festival" pada tahun 2015 di berbagai tempat di timur laut Inggris. Pertanyaan yang diajukan dalam festival ini adalah: "Apa angka favorit kamu-dan mengapa?" yang dirancang untuk bertindak sebagai "perekat" untuk menyatukan beragam aspek festival. Pertanyaan yang menarik ini diharapkan dapat menangkap imajinasi wilayah dan mengajak masyarakat umum untuk berpikir lebih jauh tentang angka dan bagaimana angka mempengaruhi kehidupan mereka.



Berikut ini adalah nomor yang paling populer dari 442 orang yang menjawab survei (dari total 10.000 orang yang hadir di festival). Tujuh adalah pilihan paling populer untuk laki-laki dan perempuan.

Survei ini juga mengungkapkan beberapa temuan lain. Nomor favorit terdistribusi lebih sedikit untuk perempuan, dengan 85% di antara responden memilih nomor kurang dari 30. Sebaliknya, 85% lak-laki memilih angka yang lebih rendah dari 64. Tidak ada perempuan yang memilih angka negatif, sedangkan tiga laki-laki memilih angka negatif.

Secara keseluruhan, 58% juga memilih angka ganjil. Namun, 55% pria memilih angka ganjil, dibandingkan 60% pada responden perempuan.

Hal ini bertentangan dengan kepercayaan tertentu tentang angka ganjil dan genap, seperti dalam teori Pythagoras dan filosofi Cina tentang Yin dan Yang, yang menganggap angka-angka dianggap memiliki pembagian gender-maskulin untuk angka ganjil dan feminin untuk angka genap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

13 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.