Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anggota Oposisi Parlemen Pakistan Ditangkap Setelah Rapat Akbar

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 00:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anggota Oposisi Parlemen Pakistan Ditangkap Setelah Rapat Akbar Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Polisi Pakistan pada Senin malam (9/9/2024) menangkap sejumlah anggota parlemen oposisi dari Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), partai mantan perdana menteri yang dipenjara, Imran Khan, di gedung parlemen Pakistan.

Islamabad - Polisi Pakistan, Senin (9/9) malam, menangkap beberapa anggota parlemen oposisi dari Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), partai mantan perdana menteri yang dipenjara, Imran Khan, di gedung parlemen, kata PTI.

Penangkapan ituterjadi sehari setelah PTI menggelar rapat umum besar-besaran di pinggiran Islamabad untuk menuntut pembebasan Khan dan "pengembalian kursi yang dimenangkan" partai tersebut pada pemilihan umum 8 Februari.

PTImenyatakanpihaknyatelah dicurangi dengan menuduh otoritas pemilu negara itu memanipulasi hasil suara.

Pada Senin malam, juru bicara polisi Islamabad, Jawad Taqi, mengatakan kepada wartawan bahwa Gohar Khan, pengacara yang memimpinPTI sejak Imran Khan dipenjara, bersama beberapa anggota parlemen lainnya ditangkap di dekat pintu masuk utama parlemen.

PTI kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa sejumlah anggotanya, termasuk Zain Qureshi dan Sheikh Waqas Akram,juga ditangkap di gedung parlemen.

Saluran televisi lokal menayangkan rekaman polisi mendorong Sher Afzal Marwat,anggota parlemen PTI yang flamboyan, ke dalam kendaraan keamanan segera setelah dia keluar dari gedung parlemen.

Pemimpin oposisi di Majelis Nasional, Omar Ayub Khan, dalam pernyataan terpisah mengeklaim bahwa beberapa pria bertopeng masuk ke gedung parlemen untuk menangkap beberapa anggota parlemen daripartainya.

"Empat mobilVigo dengan pria bertopeng masuk ke lingkungan Majelis Nasional untuk menangkap anggota parlemen PTI. Listrik di gedung Majelis Nasional baru saja dipadamkan. Ini benar-benar melanggar hukum dan aturan Majelis Nasional," tulisnya di X.

Polisi telah mengajukan sejumlah kasus terhadap para pemimpin dan aktivis PTI atas bentrokan dengan polisi, menghasut kekerasan, dan melanggar hukum selama rapat umum pada Minggu (8/9) di ibu kota.

PTI mengeklaim bahwa pemerintah telah "melancarkan serangan tengah malam di parlemen, dan dengan kejam menargetkan" anggotanya.

"Tindakan pengecut ini, yang dilakukan di tengah malam, secara terang-terangan melanggar aturan parlemen dan prinsip-prinsip demokrasi... Serangan mereka yang terang-terangan tidak hanya mencemarkan kesucian Parlemen tetapi juga menunjukkan penghinaan mendalam mereka terhadap hukum dan kesiapan mereka untuk merusak demokrasi dengan kekerasan," kata partai tersebut di X.

Sementara itu, Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengutuk pidato-pidato keras dari beberapa pemimpin PTI pada rapat akbar tersebut.

Berbicara kepada anggota parlemen koalisi pemerintah di Islamabad, Senin, ia mengatakan bahwa pidato para pemimpin PTI pada rapat akbar Minggu itu "memprihatinkan" dan "tercela," kata kantor PM Sharif.

Khan, 72 tahun, saat ini ditahan di Penjara Adiala di Rawalpindi, sebuah kota garnisun di timur laut Pakistan, dan sedang mencari kemungkinan peluang bebas bersyarat dengan uang jaminan dalam berbagai kasus mulai dari korupsi hingga terorisme.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.