Alasan Medis yang Misterius, Astronot NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional Akan Pulang Lebih Awal
📅 Jumat, 09 Jan 2026, 00:17 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
FLORIDA - National Aeronautics and Space Administration (NASA) sedang mempertimbangkan kepulangan lebih awal yang jarang terjadi dari awaknya dari Stasiun Luar Angkasa Internasional atau
International Space Station (ISS) karena masalah medis yang tidak disebutkan secara spesifik yang melibatkan salah satu astronot, setelah membatalkan rencana perjalanan luar angkasa yang dijadwalkan pada hari Kamis, kata badan tersebut.
Dari The Guardian, seorang juru bicara NASA mengatakan bahwa astronot yang mengalami masalah kesehatan tersebut, yang identitasnya tidak disebutkan, berada dalam kondisi stabil di laboratorium yang mengorbit.
“Melaksanakan misi kami dengan aman adalah prioritas utama kami, dan kami secara aktif mengevaluasi semua opsi, termasuk kemungkinan mengakhiri misi Crew-11 lebih awal,” kata juru bicara itu dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam.
Dalam pernyataan sebelumnya, NASA mengatakan bahwa mereka "memantau masalah medis yang dialami oleh salah satu anggota kru yang muncul pada Rabu sore".
Sebaiknya Anda baca juga:
Para astronot biasanya tinggal di ISS dalam rotasi enam hingga delapan bulan, dengan akses ke peralatan medis dasar dan obat-obatan untuk beberapa jenis keadaan darurat.
Awak Crew-11 yang terdiri dari empat orang termasuk astronot AS Zena Cardman dan Mike Fincke, astronot Jepang Kimiya Yui, dan kosmonot Rusia Oleg Platonov. Mereka telah berada di stasiun ruang angkasa sejak diluncurkan dari Florida pada bulan Agustus dan dijadwalkan untuk kembali sekitar bulan Mei tahun ini.
Fincke, komandan yang ditunjuk untuk stasiun tersebut, dan Cardman, yang ditugaskan sebagai teknisi penerbangan, dijadwalkan untuk melakukan perjalanan luar angkasa selama 6,5 jam pada hari Kamis untuk memasang perangkat keras di luar stasiun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Korps astronot NASA menganggap situasi medis di ISS sebagai rahasia yang dijaga ketat, dan para astronot jarang mengakui atau menjelaskan kondisi medis mereka secara publik. Kegiatan berjalan di luar angkasa adalah misi yang berat dan berisiko yang membutuhkan pelatihan berbulan-bulan, melibatkan pakaian antariksa yang besar dan instruksi yang terkoordinasi dengan cermat saat terikat ke ISS.
Pada tahun 2024, NASA membatalkan rencana berjalan di luar angkasa pada menit-menit terakhir karena seorang astronot mengalami "ketidaknyamanan pakaian antariksa". Astronot AS Mark Vande Hei pada tahun 2021 membatalkan perjalanan luar angkasanya karena saraf terjepit
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!