Ahmad Sahroni Menolak Debat, Salsa Erwina Ternyata Bukan Influencer Biasa: Juara Debat Internasional!
📅 Kamis, 28 Agu 2025, 15:10 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Istimewa
JAKARTA, KUCANTIK.COM – Nama Salsa Erwina Hutagalung tiba-tiba mencuri perhatian publik setelah berani menantang Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, dalam debat terbuka. Tantangan ini dilontarkan usai pernyataan kontroversial Sahroni soal "orang tolol sedunia" yang dianggap merendahkan rakyat.
Alih-alih menerima tantangan, Sahroni justru memilih untuk “bertapa” dan tidak meladeni debat. Respons yang terkesan menghindar ini memicu rasa penasaran warganet. Siapa sebenarnya Salsa Erwina?
Ternyata, Salsa bukan sosok biasa. Di balik statusnya sebagai influencer dan pembuat konten, ia memiliki rekam jejak akademik dan prestasi internasional yang membanggakan. Salsa adalah pendiri sekaligus host dari podcast “Jadi Dewasa 101”, yang dikenal membahas pengembangan diri dan isu sosial dengan pendekatan kritis dan edukatif.
Namun yang paling mengejutkan adalah latar belakang akademiknya. Salsa merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), salah satu universitas ternama di Indonesia. Tak hanya itu, ia juga tercatat pernah menjadi juara debat internasional di Nanyang Technological University, Singapura, tahun 2014 sebuah prestasi yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Kini menetap di Aarhus, Denmark, Salsa tetap aktif menyuarakan isu-isu publik, termasuk soal keadilan sosial dan kritik terhadap sistem politik. Dengan latar belakang kuat seperti itu, tak heran jika tantangan debatnya membuat Ahmad Sahroni berpikir dua kali.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lewat unggahan Instagram-nya, Salsa menantang Sahroni secara terbuka:
“Kita buktikan siapa yang sebenarnya tolol dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyat.”
Tantangan tersebut bahkan disertai usulan debat profesional dengan juri internasional, menunjukkan bahwa ini bukan sekadar drama media sosial, melainkan bentuk kritik serius terhadap wakil rakyat.
Menanggapi itu, Sahroni menyatakan tak ingin meladeni dan mengaku ingin belajar lebih banyak dulu.
“Ane mau bertapa dulu biar pinter, karena ane masih bloon,” tulisnya santai.
Dalam klarifikasi terbarunya, Sahroni mengaku istilah "tolol" tidak ditujukan untuk rakyat, melainkan kepada pola pikir yang dianggap keliru soal pembubaran DPR. Ia menegaskan bahwa hilangnya DPR akan berdampak serius pada sistem pengawasan dalam demokrasi.
Meski begitu, publik kadung panas. Banyak yang menyayangkan sikap anggota dewan yang seolah melecehkan suara rakyat, meskipun kemudian diluruskan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!