Beraksi dengan Senapan Serbu Canggih, Agen Federal Meksiko Wanita Tertangkap Kamera Berjibaku Melawan Kartel CJNG
📅 Rabu, 25 Feb 2026, 04:07 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
GUADALAJARA - 'Bad Ass' (super keren), mungkin istilah yang tepat untuk menggambarkan sebuah gambar yang muncul di dunia maya, menampilkan seorang agen perempuan Kepolisian Federal Meksiko tengah berlari dalam sebuah situasi yang tampak seperti baku tembak melawan pasukan Cartel Jalisco New Generation (CJNG) yang dikenal paling berbahaya di negara itu.
Foto yang diunggah akun Instagram Streakingdelilah dalam "Aksi Hari Ini" tersebut menggambarkan kondisi beberapa hari terakhir di Meksiko yang mencekam, pasca pasukan khusus berhasil membunuh 'El Mencho', mantan polisi yang menjadi pimpinan CJNG, kartel kejam yang melengkapi anggotanya dengan senjata modern.
Agen wanita tersebut dilaporkan berafiliasi dengan Kepolisian Federal Meksiko, membawa senjata senapan otomatis Beretta ARX160-A3 buatan Italia yang siap tembak. Beretta ARX160 adalah senapan serbu modular yang dikembangkan untuk Angkatan Bersenjata Itala dalam program soldata futura (Tentara Masa Depan).
Foto khusus ini dilaporkan diambil Senin (21/2) di Guadalajara ketika pihak berwenang Meksiko memerangi kartel CJNG setelah keberhasilan pembunuhan El Mencho, oleh elemen Pasukan Khusus Meksiko dengan dugaan dukungan Intelijen Amerika.
Kematian Mencho memicu kekacauan di Meksiko, dengan laporan tentang blokade jalan, pembakaran, dan gangguan penerbangan yang dilancarkan oleh anggota kartel di berbagai negara bagian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kekerasan balasan pasukan CJNG yang bersenjata lengkap itu menyebabkan kematian setidaknya 25 anggota Garda Nasional dan menyebabkan puluhan penangkapan, kata para pejabat.
Meksiko termasuk di antara negara-negara pertama yang memesan senapan Beretta ARX160 buatan Italia pada September 2009, dengan elemen Kepolisian Federal dan Policia Metropolitana de Guadalajara menerima lebih dari 5.600 unit pada tahun 2014. kurang
Dari Newsweek, El Mencho adalah bos dari salah satu jaringan kriminal yang berkembang paling pesat di Meksiko—dikenal sebagai pengedar fentanyl, metamfetamin, dan kokain ke AS—dan orang yang paling dicari di negara itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mantan petugas polisi berusia 59 tahun itu tewas oleh tentara Meksiko selama baku tembak di kota Tapalpa di Jalisco, negara bagian asalnya, pada Minggu.
Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa operasi tersebut "direncanakan dan dilaksanakan" oleh pasukan khusus negara itu. AS memberikan dukungan intelijen kepada otoritas Meksiko untuk operasi penangkapan El Mencho.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mendesak ketenangan dan memuji pasukan keamanan federal setelah tentara Meksiko membunuh El Mencho. Dia mengatakan bahwa di "sebagian besar wilayah nasional, aktivitas berjalan dengan normal sepenuhnya."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!