Terbongkar, Solar Bersubsidi Truk Sampah DLH Surabaya Diduga Dijual Sopir Bertahun-tahun, Eri Cahyadi Minta Diproses Hukum
Minggu, 08 Nov 2026, 13:30 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSaat didatangi, sopir truk terlihat panik ketika ditanya mengenai sejumlah galon yang berada di lokasi. Jawaban yang diberikan juga dianggap tidak meyakinkan sehingga petugas memutuskan menelusuri lebih jauh aktivitas di tempat tersebut.
"Pada saat mereka datang semacam gerebek, supirnya ada agak sedikit panik, karena kemudian mereka bertanya ini galon apa, isinya apa. Jawabnya sudah pada enggak benar, sudah mencurigakan," ujar Fikser.
Kecurigaan petugas ternyata mengarah pada temuan solar di dalam galon-galon tersebut. Pemeriksaan kemudian diperluas ke sebuah gudang di sekitar lokasi. Di dalamnya, petugas menemukan banyak galon yang berisi bahan bakar.
"Ternyata benar itu adalah solar. Mereka coba melihat lagi lebih ke dalam, ada suatu tempat gudang, begitu dibuka banyak galon-galon yang ada di sana," ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
DLH kemudian memanggil dua sopir yang diduga terlibat untuk menjalani pemeriksaan internal dan berita acara pemeriksaan (BAP).
Dalam pemeriksaan awal, keduanya mengaku baru melakukan pemindahan solar selama sekitar dua bulan. Namun, setelah dimintai keterangan lebih lanjut, salah seorang sopir mengaku telah menjalankan aktivitas tersebut selama kurang lebih lima tahun. Sementara sopir lainnya diduga terlibat dalam kurun waktu yang lebih lama.
Fikser menegaskan, penanganan kasus ini tidak akan hanya menyasar kedua pengemudi. DLH juga akan menyerahkan temuan tersebut kepada aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk pegawai administrasi di lingkungan dinas.
"Kita teruskan ke APH, biar nanti terbukti apakah memang itu semua driver atau kemudian ini petugas administrasi di kita juga ada yang bermain. Keduanya (driver) kita proses sebagaimana aturan dan yang pasti proses ini berat," jelasnya.
Menurut Fikser, pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh agar dapat diketahui bagaimana praktik pengalihan solar tersebut bisa berlangsung dan apakah ada pihak lain yang turut mengambil keuntungan.
Ia memastikan seluruh tahapan penanganan dilakukan sesuai prosedur. Pembenahan internal juga diharapkan menjadi peringatan bagi perangkat daerah lainnya agar pengawasan terhadap penggunaan fasilitas dan anggaran operasional diperketat.
"Saya serahkan semua proses ini sebagaimana prosedur yang ada. Pak Wali Kota itu perintahkan ke kami untuk bersihkan ini semua, supaya jadi pelajaran bagi PD yang lain, terutama pelajaran bagi anak-anak (driver) DLH sendiri," katanya.
Di tengah pengungkapan kasus tersebut, Fikser juga memberikan apresiasi kepada para pengemudi DLH yang tetap menjalankan tugas secara jujur dan tidak ikut terlibat dalam dugaan penyalahgunaan BBM.
Ia mengingatkan, solar yang disediakan untuk kendaraan operasional merupakan fasilitas negara yang semestinya digunakan sepenuhnya untuk menunjang pelayanan kebersihan kepada masyarakat.
"Saya berterima kasih kepada para driver yang bersikap satria yang tidak melakukan pencurian, nyolong BBM yang seharusnya dipakai untuk memberikan pelayanan kepada warga Surabaya," ujarnya.
Fikser pun berjanji memperketat pengawasan di lingkungan DLH agar kejadian serupa tidak kembali terulang selama dirinya memimpin instansi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!