AMD, IBM, dan Oak Ridge Kembangkan Fondasi Komputasi Klasik untuk Era Kuantum
Minggu, 08 Nov 2026, 17:28 WIB | Oleh: Haryo BronoKeempat, ekosistem perangkat lunak terbuka AMD ROCm membantu pengembang mengintegrasikan aplikasi komputasi berkinerja tinggi (HPC) dan kecerdasan artifisial (AI) dengan perangkat keras terkait dalam lingkungan kuantum-klasik.
Kombinasi teknologi tersebut diharapkan dapat menyediakan fondasi komputasi klasik yang skalabel bagi pengembang teknologi kuantum, pembangun sistem, dan lembaga penelitian.
Koreksi Kesalahan Jadi Kunci Pengembangan Komputer Kuantum
Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan komputer kuantum adalah koreksi kesalahan. Berbeda dengan komputer klasik, sistem kuantum sangat rentan terhadap gangguan lingkungan yang dapat menyebabkan kesalahan dalam pemrosesan informasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, quantum error correction menjadi komponen penting untuk meningkatkan keandalan sistem dan memungkinkan komputer kuantum menjalankan perhitungan ilmiah yang lebih kompleks.
Proses koreksi kesalahan membutuhkan dukungan komputasi klasik untuk memproses informasi dari prosesor kuantum, mengidentifikasi kesalahan, serta membantu menentukan tindakan korektif secara cepat.
Kebutuhan tersebut membuat pengembangan komputer kuantum tidak dapat dilakukan secara terpisah dari kemajuan teknologi komputasi klasik.
Platform kolaborasi AMD, IBM, dan ORNL menyediakan lingkungan penelitian untuk menguji berbagai kebutuhan tersebut. Inisiatif ini sekaligus mendukung Quantum Genesis Mission dari Departemen Energi Amerika Serikat yang menargetkan kemajuan menuju komputer kuantum yang relevan secara ilmiah pada 2028.
Melalui platform tersebut, ketiga mitra dapat mengevaluasi bagaimana teknologi kuantum dan klasik saling melengkapi, khususnya dalam pengembangan sistem koreksi kesalahan yang lebih efektif.
Terhubung dengan Superkomputer Generasi Baru
Pengembangan selanjutnya mencakup rencana menghubungkan platform penelitian tersebut dengan Oak Ridge Leadership Computing Facility (OLCF), yang menjadi lokasi infrastruktur superkomputer baru ORNL, Lux SI (Super Intelligence) + HPC.
Sistem tersebut akan menggunakan CPU AMD EPYC dan GPU AMD Instinct untuk menyediakan kemampuan komputasi berkinerja tinggi dalam skala lebih besar.
Integrasi ini diharapkan memperluas lingkungan penelitian sehingga para ilmuwan dapat mengeksplorasi hubungan antara komputasi kuantum, AI, dan komputasi ilmiah dalam satu ekosistem.
Kombinasi ketiga teknologi tersebut berpotensi mempercepat proses penelitian dan penemuan ilmiah, sekaligus mendukung kebutuhan keamanan nasional.
Bagi AMD, kolaborasi ini mencerminkan pendekatan bahwa masa depan komputasi kuantum sangat bergantung pada perkembangan komputasi klasik. Melalui pengembangan bersama perusahaan teknologi, lembaga penelitian, dan penyedia infrastruktur komputasi, AMD berupaya membangun fondasi sistem terintegrasi yang dibutuhkan untuk membawa komputer kuantum menuju penerapan ilmiah yang lebih luas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!