AS Bongkar Kasus Peretasan Binance Rp114,17 Triliun, Siapa di Balik Serangan Ini?
Minggu, 01 Nov 2026, 00:11 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (30/10) menyatakan bahwa otoritas penegak hukum AS tengah melakukan penyelidikan atas insiden peretasan yang dialami platform bursa kripto Binance.
Saat ini, pihak internal Binance tengah mengusut adanya aktivitas penarikan dana tanpa izin dari platformnya. Berdasarkan taksiran awal perusahaan, insiden tersebut berdampak pada aset kripto dengan nilai mencapai sekitar 6,3 miliar dolar AS (sekitar Rp114,17 triliun).
"Kami belum tahu pasti. Kami sedang mencermatinya, kasus peretasan pada Binance itu⦠Itu memang peretasan," ujar Trump saat menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan keterlibatan kelompok peretas asal Korea Utara di balik aksi tersebut.
Ia pun menilai bahwa perdagangan dan transaksi aset digital selalu memiliki risiko tinggi jika dibandingkan dengan sistem keuangan konvensional, seperti transaksi menggunakan cek tunai.
Sementara itu, pendiri Binance Changpeng Zhao pada Kamis malam (29/10) mengonfirmasi bahwa platformnya menjadi target serangan siber. Meskipun demikian, ia mengatakan bahwa dana milik pengguna tetap aman.
Pihak manajemen bursa menyatakan bahwa proses pemulihan sistem sejauh ini berjalan sesuai rencana. Binance menargetkan akses layanan penarikan dana bagi para pengguna dapat kembali beroperasi secara normal dalam 45 jam.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Polisi Tangkap Pemilik 15Kg Ganja di Aceh Barat, Satu Pelaku Lolos
-
Kasus Pati Meledak!,Mensos Gus Ipul Ancam Pecat Tenaga Pendidik Restui Bullying di Sekolah Rakyat
-
Taspen Dukung Skema Baru Pembayaran Pensiun ASN melalui Rekening Kas Negara.
-
Jawa Timur Bawa Misi Dagang ke Aceh, Hasil Transaksinya Capai Angka Fantastis
-
PLN Atur Beban Listrik di Kalbar, PLTU Bengkayang Unit 2 Jalani Pemeliharaan.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.