Kasus Pati Meledak!,Mensos Gus Ipul Ancam Pecat Tenaga Pendidik Restui Bullying di Sekolah Rakyat
Senin, 12 Okt 2026, 02:25 WIBSEMARANG -Â Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyiapkan pedoman ketat untuk mencegah aksi perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah rakyat menyusul insiden pengeroyokan siswa yang terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.Â
"Ada beberapa pedoman buat para tenaga kependidikan di sekolah rakyat. Pedoman-pedomannya ada dan juga kita memiliki prosedur untuk mencegah beberapa hal yang kita anggap sebagai dosa besar di lingkungan pendidikan," katanya di Semarang, Sabtu (10/10) malam.
Dosa besar di dunia pendidikan yang dimaksudkannya adalah tidak boleh ada perundungan, tidak boleh ada kekerasan fisik dan seksual, serta tidak boleh ada intoleransi.
Hal tersebut disampaikannya saat Dialog Penguatan dan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial, di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang.
"Kalau itu dilakukan oleh tenaga kependidikan, misalnya dilakukan kepala sekolah, guru. atau wali asrama, wali asuh. Kalau ada bukti kita langsung berhentikan, dan sudah ada itu yang langsung kita lakukan," katanya.
Namun, kata dia, terhadap pelakunya yang masih anak-anak di bawah umur tidak bisa langsung dikeluarkan, dan kemungkinan mereka akan menjalani rehabilitasi.
Ia menjelaskan bahwa anak-anak yang bersekolah di sekolah rakyat bukan berbasis nilai melalui tes akademik, melainkan berbasis data dari keluarga tidak mampu.
"Jadi, dijangkau berbasis data. Tidak ada tes akademik. Selama memenuhi syarat, setelah dilakukan dialog dengan orang tuanya atau keluarganya, maka diteruskan untuk bisa sekolah di sekolah rakyat," kata Gus Ipul, sapaan akrab.
Karena itu, kata dia, latar belakang siswa di sekolah rakyat bermacam-macam, bahkan ada yang termasuk siswa rentak karena pernah menjadi korban kekerasan atau mungkin salah pergaulan di lingkungannya.
"Maka di awal-awal pembelajaran atau MPLS itu itu masa-masa yang krusial di sekolah rakyat. Nah, wali asuh, wali asrama, kepala sekolah, dan guru ini berusaha untuk mencoba memberikan bimbingan dan pendampingan," katanya.
Terkait kasus pengeroyokan antarsiswa di sekolah rakyat di Pati, ia mengaku pihaknya masih melakukan mitigasi berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mencarikan solusi terbaik.
"Itu sedang dimitigasi, mungkin ada kesalahpahaman atau mungkin ada hal-hal yang tidak terpantau oleh tenaga pendidikan di sana," katanya.
Ia mengatakan pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan orang tua korban dan pelaku untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
"Kita tidak akan juga membiarkan, tapi kita akan carikan solusi terbaik,dan ini menjadi bahan evaluasi buat kami juga. Tentu ini akan kita tangani dengan prosedur yang ada," katanya.
Sebelumnya, siswa kelas 10 Sekolah Rakyat Kabupaten Pati diduga menjadi korban pengeroyokan oleh belasan temannya karena dituduh mengambil sabun cuci muka sehingga harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.
- sekolah rakyat
- gus ipul
- mensos saifullah yusuf
- bullying di sekolah
- perundungan siswa
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Bansos Tak Tepat Sasaran Bakal Dilibas! Gus Ipul Gebrak Sistem Baru Mulai dari Tetangga
-
Kenali “Sleep Debt” Kondisi Seseorang Kekurangan Waktu Tidur, Ini Efeknya untuk Tubuh!
-
Kabar Gembira dari Asian Games! Presiden Ucapkan Terima Kasih Usai Indonesia Raih Emas Pertama
-
Gerak Cepat Atasi Kebakaran Kapal, Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Evakuasi KM Mutiara Sentosa II
-
PT KAI Ungkap Realisasi Keselamatan 145 Perlintasan Sebidang Capai 77,37 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.