Leylah Fernandez Kembali Lolos ke Final, Tantang Shnaider di Laga Puncak Pan Pacific Open

Minggu, 01 Nov 2026, 00:04 WIB

TOKYO – Leylah Fernandez semakin menunjukkan konsistensinya dalam tur Asia. Petenis Kanada itu melangkah ke final Pan Pacific Open 2026 di Tokyo setelah menaklukkan Kamilla Rakhimova dari Uzbekistan 7-5, 6-3, Sabtu (31/10). Di partai puncak, Fernandez akan menghadapi petenis Russia Diana Shnaider.

Petenis peringkat ke-23 dunia tersebut kembali mencapai final untuk kedua kalinya secara beruntun. Sebelumnya, Fernandez sukses merebut gelar pertamanya musim ini di Singapura pada September. Ia kemudian melanjutkan performa positif dengan menembus final turnamen Ningbo pekan lalu, meski harus mengakui keunggulan petenis nomor satu dunia, Elena Rybakina.

Ket. Foto: Leylah Fernandez. — Sumber: WTA

Keberhasilan mengatasi Rakhimova memperpanjang momentum positif petenis berusia 24 tahun itu. Finalis US Open 2021 tersebut mengaku bangga dengan kekuatan mental yang ditunjukkannya selama menjalani rangkaian turnamen di Asia.

"Saya bangga dengan ketangguhan mental saya. Pertandingan seperti ini tidak mudah. Saya senang bisa menemukan solusi dan tetap tenang ketika menghadapi situasi sulit," ujar Fernandez.

Ia menilai keberhasilannya sepanjang tur Asia tidak terlepas dari kemauan untuk terus bekerja keras. Bersama timnya, Fernandez memang memutuskan memperbanyak kesempatan bertanding setelah tersingkir pada babak ketiga US Open, September lalu.

Menurut Fernandez, pertandingan kompetitif menjadi kebutuhan utama untuk meningkatkan kemampuannya menghadapi tekanan. Latihan saja tidak cukup untuk menggantikan pengalaman menghadapi situasi sulit dalam sebuah pertandingan.

"Kami sepakat bahwa hal paling saya butuhkan adalah lebih banyak pertandingan, menghadapi situasi sulit dan momen-momen tidak nyaman, serta belajar tetap kuat dalam kondisi tersebut," katanya.

"Kami bisa berlatih sebanyak yang kami mau, tetapi situasi sulit seperti itu tidak mungkin sepenuhnya diciptakan kembali dalam latihan."

Langkah Fernandez menuju final juga diwarnai mundurnya Rybakina. Petenis Kazakhstan tersebut mengundurkan diri dari pertandingan semifinal karena cedera leher, sehari setelah memastikan diri sebagai petenis nomor satu dunia pada akhir musim.

Rybakina menjadi salah satu dari sejumlah pemain yang mundur dari turnamen Tokyo, yang berlangsung menjelang berakhirnya kalender kompetisi tenis musim ini.

Sementara itu, Shnaider memastikan tempat di final setelah melewati pertarungan ketat melawan petenis Slovakia berusia 18 tahun, Mia Pohankova. Petenis peringkat ke-13 dunia itu menang 6-4, 7-6 (9/7).

Petenis Russia berusia 22 tahun tersebut sebelumnya juga mengalahkan Alexandra Eala pada perempat final. Kini, Shnaider membidik gelar pertamanya sepanjang musim ini.

"Proses kerja keras tidak pernah berhenti. Saya menjalani persiapan yang bagus untuk tur Asia, terutama dari sisi kebugaran," ujar Shnaider.

Ia mengakui dua pertandingan terakhir bukanlah tantangan mudah. Namun, Shnaider puas mampu kembali menjaga intensitas permainan dan mengerahkan kemampuan terbaiknya.

"Kemarin pertandingan berlangsung sangat berat. Hari ini saya senang bisa kembali mendorong diri sendiri untuk tampil maksimal," katanya.

Final di Tokyo akan menjadi kesempatan bagi Fernandez untuk menambah koleksi gelar sekaligus menegaskan kebangkitannya pada penghujung musim. Sebaliknya, Shnaider berambisi mengakhiri musim dengan gelar perdana. Keduanya kini tinggal selangkah lagi untuk mengangkat trofi Pan Pacific Open.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.