Legislator Siti Mukaromah Pelatihan Barista-Pastry Buka Peluang Usaha di Banyumas
Sabtu, 31 Okt 2026, 17:52 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Sumarwoto
PURWOKERTO -- Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mengatakan pelatihan barista dan pembuatan pastry membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kedai kopi dan produk makanan pendamping.
"Pelatihan ini untuk menyiapkan masyarakat menjadi pengusaha yang mampu melayani kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pembuatan kue pastry dan keterampilan meracik kopi atau barista," katanya saat memantau Pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Pengolahan Kopi dan Pastry di Purwokerto, Banyumas, Sabtu.
Pelatihan yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru.
Legislator yang akrab disapa Erma itu mengatakan keterampilan menjadi barista memiliki prospek menjanjikan, terutama karena tempat nongkrong atau kedai kopi kini menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk bersantai dan berkumpul.
Menurut dia, menjadi barista membutuhkan keterampilan khusus agar mampu menyajikan minuman kopi, baik panas maupun dingin, sesuai selera konsumen.
“Peluang tersebut juga semakin besar jika dilengkapi kemampuan membuat pastry sebagai makanan pendamping,” katanya..
Dia mengharapkan peserta pelatihan dapat mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha mandiri, seperti membuka kedai kopi maupun usaha pastry di berbagai wilayah Banyumas.
"Harapan kami, dari kelompok-kelompok ini akan lahir kader-kader atau pengusaha yang sukses dan mampu menjawab tantangan serta kebutuhan pasar," kata Erma.
Salah seorang peserta pelatihan pengolahan kopi, Nisfi Ramdhani mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan mengenai pengolahan kopi secara menyeluruh, mulai dari memilih biji kopi, mengenali kualitas dan tingkat pemanggangan atau roasting, hingga meracik minuman.
Menurut dia, peserta juga mendapatkan resep dan komposisi sejumlah minuman, seperti latte dan cappuccino, yang dapat menjadi bekal untuk merintis usaha kedai kopi.
Dia mengaku memperoleh pengalaman baru karena teknik penyajian kopi, termasuk menghasilkan busa susu atau milk steaming dan membuat latte art, membutuhkan keterampilan khusus.
Sementara itu, peserta pelatihan pembuatan pastry, Yunita Rizka Damayuti mengatakan kegiatan tersebut bermanfaat untuk menambah pengalaman dan keterampilan, terutama bagi masyarakat yang ingin merintis usaha makanan.
Dia mengaku sebelumnya pernah membuat roti untuk konsumsi keluarga, terutama saat Lebaran, tetapi belum memiliki keterampilan yang cukup untuk mengembangkan produk pastry sebagai peluang usaha.
Menurut dia, produk pastry memiliki prospek karena banyak anak muda yang gemar mengunjungi kedai kopi dan biasanya mencari makanan pendamping, seperti croissant.
"Anak-anak zaman sekarang suka nongkrong sambil minum kopi. Biasanya selain kopi, mereka juga mencari pastry atau kue, salah satunya croissant. Karena itu, ketika ada informasi pelatihan ini, saya sangat tertarik," katanya.
Rizka mengharapkan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk merintis usaha sekaligus menambah penghasilan keluarga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!