Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kolaborasi Hijau Dibuka, Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar

30 Jumat, 30 Okt 2026, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kolaborasi Hijau Dibuka, Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar Kolaborasi Hijau Dibuka, Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar Doc: ANTARA/ HO-PMSE.
Ket. Ilustrasi-Foto udara Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat.

JAKARTA – Institute for Essential Services Reform (IESR) mengusulkan lima agenda kerja sama Indonesia dan Korea Selatan untuk mendukung pengembangan energi bersih, termasuk program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).

Direktur Program Transformasi Sistem Energi IESR Deon Arinaldo mengatakan kerja sama kedua negara perlu diarahkan pada pengembangan proyek yang layak secara finansial, penguatan kapasitas industri dalam negeri, serta percepatan elektrifikasi.

Rekomendasi tersebut disampaikan Deon dalam lokakarya Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation di Jakarta, Jumat (30/10).

Salah satu agenda yang diusulkan adalah pengembangan PLTS terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi baterai atau battery energy storage system (BESS), terutama untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel dan menjaga stabilitas jaringan.

Dalam pengembangannya, Deon menilai spesifikasi baterai perlu disesuaikan dengan kebutuhan sistem kelistrikan. Pasalnya, baterai untuk penyimpanan energi jaringan memiliki prioritas berbeda dengan baterai kendaraan listrik yang lebih mengutamakan performa.

"Untuk penyimpanan energi, yang lebih diutamakan adalah biaya. Kita membutuhkan baterai dengan biaya sangat murah, tetapi tetap mampu memenuhi kebutuhan layanan jaringan listrik," kata Deon.

IESR juga mendorong penguatan rantai pasok BESS dalam negeri melalui peningkatan kapasitas manufaktur, penyusunan standar, dan kesiapan pemasok lokal.

Tiga agenda lainnya meliputi mobilisasi pembiayaan hijau dengan menggabungkan pendanaan publik dan swasta untuk proyek PLTS skala besar serta kebutuhan listrik industri, juga percepatan penerapan teknologi baja hijau melalui kerja sama antara Krakatau Steel dan perusahaan baja asal Korea Selatan POSCO.

Agenda lainnya adalah memperluas penggunaan peralatan rumah tangga pintar dan kompor listrik untuk mendorong elektrifikasi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG.

Indonesia berambisi mengembangkan PLTS berkapasitas 100 GW sebagai salah satu fokus utama agenda pembangunan ekonomi dan industri nasional.

Pada 2025, kapasitas terpasang energi terbarukan di Indonesia mencapai 15,6 GW dari total kapasitas pembangkit listrik Indonesia sebesar 107,5 GW. Sementara itu, kapasitas PLTS baru mencapai 1,49 GW, jauh di bawah potensi yang diperkirakan sebesar 3.294 GW.

Deon menilai pengembangan PLTS 100 GW membutuhkan dukungan lebih dari sekadar penambahan kapasitas pembangkit.

Dia menyampaikan pencapaian target tersebut juga memerlukan investasi, teknologi penyimpanan energi, infrastruktur transmisi, dan sistem kelistrikan yang lebih fleksibel.

Strategi KG-X

Dalam kesempatan yang sama, Head of Energy Market and Policy, Solutions for Our Climate, Gahee Han mengatakan Korea Selatan juga tengah mempercepat transisi energi melalui strategi Korea Green Transformation (K-GX).

Pemerintah Korea Selatan melalui strategi K-GX berencana memobilisasi investasi sebesar 1.000 triliun won hingga 2035. Strategi tersebut mencakup belanja fiskal sebesar 200 triliun won, pembiayaan iklim lebih dari 790 triliun won, serta investasi sektor swasta sebesar 220 triliun won.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Olahraga
Michael Carrick: MU Haus Ke...
Ekonomi
Kolaborasi Hijau Dibuka, In...
Ekonomi
APBN Harus Lincah, Jangan K...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.