Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Kebun ke Pasar, Petani Kopi Papua Didorong Makin Berdaya

30 Jumat, 30 Okt 2026, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dari Kebun ke Pasar, Petani Kopi Papua Didorong Makin Berdaya Dari Kebun ke Pasar, Petani Kopi Papua Didorong Makin Berdaya Doc: ANTARA/Ali Nur Ichsan
Ket. Salah satu petani kopi asal Papua Tengah saat mengikuti Festival Kopi Papua Tengah, di Nabire, Jumat (30/10/2026).

NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah tahun 2026 ini melakukan pembinaan kepada 300 petani kopi di enam kabupaten untuk meningkatkan kualitas budi daya dan mengoptimalkan produksi kopi daerah.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah Andreas Gobay, di Nabire, Jumat (30/10), mengatakan sebanyak 50 petani kopi dari setiap kabupaten menjadi sasaran pembinaan.

“Enam kabupaten yang menjadi sasaran pembinaan tahun ini, yakni Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Paniai, Dogiyai, dan Nabire. Program ini salah satu prioritas Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa,” katanya lagi.

Ia menjelaskan, pembinaan akan berfokus pada peningkatan pengetahuan petani mengenai teknik budi daya kopi, mulai dari cara menanam, merawat tanaman, hingga memilih biji kopi yang berkualitas.

Dalam program tersebut, Pemprov Papua Tengah bertindak sebagai fasilitator, sedangkan pendampingan teknis dilakukan Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI). Kerja sama itu telah dituangkan dalam nota kesepahaman atau MoU.

Ia menambahkan, pembinaan diperlukan agar petani tidak hanya mengandalkan nama besar kopi Papua, tetapi juga mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang baik.

“Targetnya petani punya pemahaman dan pengetahuan bagaimana cara budi daya yang benar. Selama ini nama kita besar, tetapi kualitas masih rendah. Karena itu, petani dibekali budidaya dengan kurikulum yang jelas oleh Asosiasi Kopi Indonesia,” ujarnya.

Dia menyebutkan, anggaran yang disiapkan untuk program pembinaan tersebut berkisar lebih dari Rp1 miliar. Pemerintah menargetkan kegiatan segera dilaksanakan dengan mengutamakan manfaat langsung bagi petani.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mengatakan pengembangan perkebunan kopi membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan petani secara sendiri-sendiri.

Karena itu, pemerintah juga berupaya membangun jaringan antar pengusaha kopi agar petani dapat saling bertukar informasi dan pengetahuan.

Menurut Meki, jaringan dan kerja sama diperlukan untuk memperkuat posisi petani dalam ekosistem usaha kopi, termasuk menghadapi persoalan pemasaran dan perubahan harga di tingkat petani.

“Petani membutuhkan tim, membutuhkan jaringan. Jaringan ini yang kita siapkan agar para petani bisa bertukar informasi dan ilmu sehingga mereka bisa sukses,” kata Meki.

Ia menilai, jika petani berjalan sendiri-sendiri, mereka akan lebih rentan menghadapi praktik tengkulak yang dapat mempengaruhi kestabilan harga kopi.

Karena itu, pemberdayaan petani menjadi langkah awal pemerintah sebelum mengembangkan dukungan lebih lanjut bagi sektor perkebunan kopi di Papua Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Ekonomi
Kolaborasi Hijau Dibuka, In...
Ekonomi
APBN Harus Lincah, Jangan K...
Daerah
Sebuah Boat Terbakar di Nus...
Ekonomi
Delapan Dekade Hari Oeang, ...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.