Pemain Tenis Top Nomor Ganda Desak ATP Tinjau Ulang Rencana Pemangkasan Turnamen

Rabu, 28 Okt 2026, 00:04 WIB

LONDON – Sejumlah pemain ganda terkemuka mendesak ATP Tour meninjau ulang rencana perubahan format kompetisi yang berpotensi mengurangi jumlah peserta turnamen ganda sekaligus mengalihkan sebagian hadiah uang ke nomor tunggal.

Desakan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan kepada dewan direksi dan manajemen ATP. Surat itu ditandatangani 137 pemain aktif, 33 mantan pemain, serta 20 federasi tenis.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan tenis nomor ganda. — Sumber: ATP

Mereka memahami perlunya reformasi untuk menjaga keberlanjutan tenis profesional. Namun, kelompok tersebut menyatakan keprihatinan mendalam terhadap rencana yang tengah dibahas ATP, terutama dampaknya terhadap pemain yang mengkhususkan diri di nomor ganda.

Dalam surat tersebut, para pemain memperkirakan rencana itu akan mengalihkan sekitar 20 juta dolar AS atau setara ratusan miliar rupiah dari hadiah uang nomor ganda ke nomor tunggal. Perubahan tersebut juga berpotensi memangkas banyak kesempatan bagi pemain ganda untuk berkompetisi di level profesional.

“Rencana saat ini akan mengalihkan sekitar 20 juta dolar AS dari hadiah uang nomor ganda ke nomor tunggal, sekaligus memangkas sejumlah besar peluang profesional bagi pemain spesialis ganda,” demikian pernyataan dalam surat tersebut.

Mereka menilai kebijakan itu dapat mempersulit pemain berbakat untuk membangun dan mempertahankan karier di nomor ganda.

“Olahraga profesional yang sehat tidak bisa hanya bergantung pada sekelompok kecil bintang papan atas. Olahraga ini membutuhkan jalur bagi para pemain untuk berkembang, berkompetisi, dan memperoleh penghasilan,” lanjut pernyataan tersebut.

ATP sebelumnya mengungkapkan bahwa mereka sedang mengevaluasi kemungkinan perubahan jumlah peserta nomor ganda di berbagai turnamen sebagai bagian dari rencana pengembangan kompetisi mulai 2028 dan seterusnya.

Dana yang dihemat dari perubahan tersebut direncanakan untuk meningkatkan hadiah uang di babak kualifikasi dan putaran-putaran awal nomor tunggal.

Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah memangkas jumlah pasangan peserta nomor ganda di turnamen elite ATP Masters 1000 dari 32 menjadi 16 pasangan. Turnamen di bawah level tersebut juga berpotensi menerapkan jumlah peserta yang lebih sedikit.

Meski demikian, ATP menegaskan nomor ganda tetap menjadi bagian penting dalam tur tenis profesional putra. Badan pengelola tersebut menyatakan evaluasi dilakukan untuk menemukan model kompetisi yang dapat menjamin keberlanjutan nomor ganda dalam jangka panjang.

ATP juga memastikan pembahasan akan berlanjut bersama Player Advisory Council atau Dewan Penasihat Pemain. Pertemuan akhir tahun ATP dijadwalkan berlangsung di Turin, Italia, pada bulan berikutnya.

Di luar turnamen Grand Slam dan Olimpiade, nomor ganda selama ini mendapat perhatian yang jauh lebih kecil dibandingkan nomor tunggal. Hanya sedikit pemain tunggal papan atas yang secara rutin mengikuti nomor ganda, meskipun format tersebut sangat populer di tingkat klub.

Petenis Belanda Sem Verbeek, yang menempati peringkat ke-60 dunia nomor ganda, turut menyuarakan penolakan terhadap pendekatan yang dinilainya berpotensi mengabaikan kepentingan sebagian pemain profesional.

Melalui akun X, Verbeek mengingatkan ATP agar mempertimbangkan kepentingan seluruh anggotanya, bukan hanya pemain yang menghasilkan daya tarik komersial terbesar.

“Tenis lebih dari sekadar bisnis. Olahraga ini merupakan warisan yang dibangun atas dasar kegembiraan, kesehatan, dan sportivitas. Olahraga yang berlandaskan nilai-nilai tersebut seharusnya membuka pintu, bukan menutupnya,” tulis Verbeek.

Pernyataan itu mencerminkan kekhawatiran bahwa pengurangan jumlah peserta dan hadiah uang dapat mempersempit kesempatan bagi pemain spesialis ganda untuk memperoleh penghasilan sekaligus mengembangkan karier.

Di sisi lain, ATP telah mengumumkan sejumlah rencana reformasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan finansial para pemain profesional.

Salah satu agenda utamanya adalah meningkatkan total dana bonus menjadi 50 juta dolar AS dari sebelumnya 21,5 juta dolar AS. ATP juga berencana menata ulang sistem peringkat dan kalender kompetisi sebagai bagian dari paket kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan total kompensasi pemain menjadi 350 juta dolar AS mulai 2028.

Namun, bagi para pemain ganda, peningkatan kompensasi secara keseluruhan belum tentu menjawab persoalan apabila kesempatan bertanding dan memperoleh hadiah uang justru semakin terbatas.

Perdebatan ini memperlihatkan tantangan ATP dalam menyeimbangkan kebutuhan komersial, peningkatan pendapatan pemain, dan keberlangsungan nomor ganda sebagai bagian dari ekosistem tenis profesional.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.