- Home
-
- Megapolitan
-
- Mitigasi Bencana, BPBD Tan...
Mitigasi Bencana, BPBD Tangerang Mulai Siaga Ancaman Banjir Rob
Rabu, 28 Okt 2026, 00:55 WIBTANGERANG â Masyarakat Kabupaten Tangerang diminta menyelenggarakan ronda untuk mengantisipasi potensi banjir rob. âKita harus bersiaga menghadapi banjir roh,â tutur Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Selasa.
Ini terutama masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir utara (pantura). Dia minta agar diadakan semacam ronda sebagai tanggung jawab bersama dan langkah antisipasi. Sebab prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang ancaman banjir rob karena adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan baru.
Keadaan itu diperkuat oleh sistem pemantauan banjir rob Jakarta yang memprediksi akan terjadinya potensi ketinggian air laut di sejumlah kawasan pesisir pada tanggal 25 sampai 31 Oktober 2026. Kendati demikian, dengan adanya potensi itu masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bencana alam.
"Jadi terkait dengan bencana banjir rob, ini bisa dibilang terjadi setiap tahun. Artinya sering terjadi berulang-ulang. BPBD Kabupaten Tangerang, sudah siap menghadapi rob," ujarnya. Taufik mengingatkan perlunya kesiapan personel serta logistik dalam menghadapi potensi bencana tersebut.
Langkah antisipasi ini dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik dan variasi banjir yang umumnya memiliki siklus pasang surut harian atau sebaliknya. Kendati mengakui adanya keterbatasan sarana dan prasarana di lapangan, dia memastikan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan logistik tetap optimal. Juga untuk menangani para korban banjir rob.
â
Hingga saat ini, tambah Taufik, untuk prediksi waktu kejadian, masih terus berkoordinasi dan memantau pemutakhiran data cuaca dari BMKG. "Kami tetap mengacu kepada data dari BMKG," katanya.
Salurkan Air
Sementara itu,Taufik juga menyampaikantelah menyalurkan air bersih sekitar 3 juta meter kepada warga yang kekeringan. Air telah didistribusikan kepada 104.000 jiwa selama periode Juli-Oktober.
Taufik mengatakan pendistribusian jutaan volume air bersih ini dilakukan di 321 titik di 26 kecamatan kepada 108 desa. "Pendistribusian air saja sudah tiga juta kubik lebih. Kita sudah suplai. Artinya kita sudah melayani maksimal selama musim kemarau," ujarnya.
â
Dia menjelaskan untuk proses distribusi kebutuhan air bersih berdasarkan permintaan dari total 36.751 kepala keluarga (KK), hingga kini masih terus dilakukan secara berkelanjutan. "Kita masih terus mendistribusikan bila ada permintaan masyarakat," ucapnya.
â
Selain penanganan kekeringan melalui distribusi air bersih, BPBD juga tengah bersiaga guna menghadapi berbagai potensi bencana lainnya.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi bencana di masa transisi musim penghujan tahun ini akan mengakibatkan beberapa dampak seperti banjir dan angin puting beliung.
Kendati demikian, melalui kesiapan lintas organisasi perangkat daerah diharapkan terus siap. Juga berkoordinasi untuk mitigasi bencana banjir seperti perbaikan infrastruktur tanggul bersama Dinas Bina Marga. â
BPBD juga berkoordinasi dengan aparat tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.Â
- Antisipasi Banjir Rob
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya
-
Dukung Keberhasilan Program Irigasi Perpompaan, DPRD Maluku Tekankan Ketersediaan Air
-
Antisipasi Banjir Rob, Sudin SDA Jakut Bangun Tanggul Sepanjang 80 Meter di Mandala Bahari
-
Krisis Chip Global: Kenapa Daya Tahan Baterai dan Durability Kini Jadi Standar Utama Membeli Smartphone
-
Mengulik Kekhasan Lokal lewat Festival Kulineran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.