Mojtaba Khamenei Masih Menanggung Sakit Akibat Serangan Amerika

Rabu, 28 Okt 2026, 00:23 WIB

JAKARTA – Serangan Amerika pada bulan Februari lalu menewaskan Ali Khamenei yang waktu itu menjadi pemimpin Tertinggi Iran. Ternyata serangan tersebut juga melukai anak Ali, Mojtaba Khamenei, yang kini menjadi pemimpin Iran, menggantikan Ali.

Dia mengalami cedera punggung, lutut, serta luka robek di belakang telinga. “Itu akibat serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei,” ujar Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, Selasa.

Ket. Foto: dampak serangan amerika — Sumber: ist

Pada tanggal 21 Oktober, kantor pemimpin tertinggi Iran tersebut menyatakan bahwa Khamenei akan bertemu dengan ketua parlemen untuk membahas konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Entah benar entah tidak, Ghalibaf mengeklaim pemimpin tertinggi itu dalam kondisi sehat.

Pada bulan Mei, Mazaher Hosseini, kepala protokol kantor Khamenei, mengatakan bahwa kondisi pemimpin Iran itu berangsur pulih setelah dirawat.

Selat Hormuz Aman

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa pelayaran komersial di Selat Hormuz mencatat tingkat keselamatan hingga melampaui 95 persen dalam beberapa bulan terakhir.

"Dalam beberapa bulan terakhir, lebih dari 95 persen kapal yang melintasi Selat Hormuz berhasil berlayar dengan aman meskipun menghadapi agresi yang tidak beralasan dari IRGC," demikian rilis CENTCOM, Minggu (25/10), merujuk pada Korps Garda Revolusi Islam Iran.

CENTCOM mengungkapkan bahwa pasukan Amerika telah mencapai "tonggak sejarah dalam membantu mitra-mitra di kawasan Teluk untuk mengekspor lebih dari 1,5 miliar barel minyak mentah sejak musim panas” atau sekitar Juni lalu.

"Kami terus bahu-membahu bersama mitra-mitra Teluk kami dan industri pelayaran," ujar Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper, ketika melakukan kunjungan ke jalur pelayaran strategis tersebut.

CENTCOM melaporkan bahwa pasukan AS, selama enam bulan terakhir, telah membantu lebih dari 3.000 kapal niaga untuk melewati Selat Hormuz.

Momentum pengamanan ini meningkat setelah AS membersihkan ranjau laut yang ditebar oleh IRGC di jalur pelayaran internasional.

Kendali atas Selat Hormuz tetap menjadi titik gesekan utama dalam perang Iran, yang pecah pada akhir Februari lalu menyusul serangan gabungan AS-Israel.

Konflik tersebut hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan meskipun gencatan senjata dan nota kesepahaman untuk merumuskan perjanjian damai final telah disepakati.

  • Mojtaba Khamenei
  • Perang Iran

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.