Michael Carrick Tetap Tangani Manchester United saat Hadapi Chelsea Akhir Pekan Ini

Rabu, 28 Okt 2026, 00:30 WIB

LONDON — Michael Carrick dikabarkan tetap dipercaya menangani Manchester United saat bertandang ke markas Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris akhir pekan ini. Keputusan tersebut muncul di tengah tekanan besar terhadap posisi sang pelatih setelah Setan Merah melewati periode sulit tanpa kemenangan.

Menurut laporan sejumlah media Inggris pada hari Selasa (27/10), termasuk BBC, Sky Sports, dan Press Association, Carrick akan tetap memimpin tim saat menghadapi Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu.

Ket. Foto: Michael Carrick — Sumber: Goal

Masa depan pelatih berusia 45 tahun itu menjadi sorotan setelah Manchester United gagal meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir. Kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada hari Minggu semakin memperburuk situasi klub.

Hasil tersebut membuat United hanya unggul satu poin dari zona degradasi Liga Inggris. Kondisi itu memicu spekulasi mengenai kemungkinan pergantian pelatih, terutama setelah performa tim dinilai jauh dari harapan.

Carrick sendiri terlihat tiba di pusat latihan Manchester United di Carrington pada Selasa untuk memimpin sesi latihan rutin. BBC, dengan mengutip sejumlah sumber, melaporkan bahwa manajemen klub masih memberikan kesempatan kepada mantan gelandang United dan tim nasional Inggris tersebut untuk memperbaiki keadaan.

Carrick mendapatkan kontrak berdurasi dua tahun pada Mei setelah berhasil mengangkat performa Manchester United ketika menjabat sebagai pelatih sementara. Ia mengambil alih tim di tengah kesulitan yang dialami klub di bawah kepemimpinan Ruben Amorim.

Di bawah arahan Carrick, United mampu bangkit dan menutup musim dengan finis di peringkat ketiga Liga Inggris. Hasil tersebut sekaligus memastikan tiket kembali ke Liga Champions.

Namun, performa positif itu belum berlanjut pada musim ini. Manchester United baru meraih dua kemenangan dari 12 pertandingan di seluruh kompetisi.

Catatan tujuh poin dari delapan pertandingan liga juga menjadi awal musim terburuk klub dalam kompetisi liga selama 40 tahun terakhir, menurut laporan tersebut.

Situasi itu membuat pertandingan melawan Chelsea menjadi ujian penting bagi Carrick. United membutuhkan hasil positif untuk menghentikan tren negatif sekaligus meredakan tekanan yang terus meningkat terhadap tim dan jajaran manajemen.

Seusai kekalahan dari Bournemouth, Carrick tidak memberikan jawaban langsung ketika ditanya mengenai masa depannya. Ia hanya mengakui dukungan suporter yang tetap menyanyikan namanya saat pertandingan berakhir.

Meski sebagian pendukung menunjukkan dukungan kepada sang pelatih, kekecewaan terhadap para pemain dan petinggi klub terlihat jelas di Old Trafford.

Legenda Manchester United, Wayne Rooney, turut melontarkan kritik keras terhadap para pemain setelah serangkaian penampilan mengecewakan. Rooney pernah bermain bersama Carrick di Old Trafford dan menilai para pemain tidak memiliki alasan untuk menghindari tanggung jawab atas situasi yang terjadi.

"Para pemain tidak punya alasan untuk membela diri. Yang tidak bisa diterima adalah penampilan yang mereka tunjukkan," kata Rooney dalam siniar Stick to United.

Ia juga menyoroti kekecewaan yang terlihat di wajah para suporter ketika para pemain berjalan meninggalkan lapangan.

"Saya melihat para suporter. Terlihat jelas rasa sakit hati dan kemarahan di wajah mereka ketika para pemain itu berjalan di lapangan," ujarnya.

Di tengah tekanan tersebut, laporan bahwa Carrick akan tetap memimpin Manchester United saat menghadapi Chelsea memberikan sedikit kepastian mengenai persiapan tim untuk pertandingan berikutnya. Namun, hasil di Stamford Bridge berpotensi menjadi faktor penting dalam menentukan arah perjalanan MU dan masa depan sang pelatih.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.