Kompany Berangsur Pulih, Bayern Munich Belum Bisa Pastikan Jadwal Kembali Melatih

Rabu, 28 Okt 2026, 00:02 WIB

MUNICH – Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, menunjukkan perkembangan positif setelah kolaps saat menjalani sesi latihan pekan lalu. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan pelatih asal Belgia tersebut dapat kembali mendampingi tim.

Kabar tersebut disampaikan asisten pelatih Bayern, Aaron Danks, dalam konferensi pers menjelang pertandingan putaran kedua Piala Jerman melawan Magdeburg, Rabu (28/10).

Ket. Foto: Vincent Kompany. — Sumber: Goal

Kompany dilarikan ke rumah sakit pada Jumat setelah pingsan ketika mengikuti sesi latihan bersama tim cadangan Bayern. Pelatih berusia 40 tahun itu sebelumnya tengah berjuang melawan infeksi virus dan sempat absen dari sejumlah sesi latihan sebelum insiden tersebut terjadi.

“Saya mengunjunginya sebentar kemarin. Kondisinya cukup baik dan tampaknya terus membaik setiap hari,” kata Danks.

Meski demikian, Danks menegaskan belum ada perkembangan signifikan terkait diagnosis maupun waktu bagi Kompany untuk kembali bekerja.

“Tidak ada pembaruan besar mengenai diagnosis ataupun kapan dia bisa kembali bekerja. Biarkan dia beristirahat dan mengambil waktu yang dibutuhkan,” ujarnya.

Absennya Kompany terjadi ketika Bayern memasuki periode krusial dengan jadwal pertandingan yang padat. Setelah menghadapi Magdeburg di Piala Jerman pada Rabu, Die Roten akan menjalani laga klasik melawan rival perebutan gelar Bundesliga, Borussia Dortmund, pada Sabtu.

Tantangan berikutnya datang dari kompetisi Eropa. Bayern dijadwalkan bertandang ke Madrid pekan depan untuk menghadapi Atletico Madrid di Liga Champions.

Di tengah situasi tersebut, Danks mengaku tetap menjalin komunikasi dengan Kompany. Namun, pembicaraan mereka tidak berfokus pada urusan sepak bola ataupun taktik tim.

“Kami sempat berbincang dengan baik, tetapi kami sengaja tidak membicarakan sepak bola atau taktik tertentu. Itu hanya obrolan santai. Senang bisa bertemu dengannya dan berbagi kabar,” tutur Danks.

Danks juga menyoroti dinamika emosional yang dialami skuad Bayern dalam sepekan terakhir. Di satu sisi, tim harus menghadapi kekhawatiran atas kondisi kesehatan Kompany. Di sisi lain, mereka merayakan pencapaian penyerang Harry Kane yang meraih penghargaan Ballon d'Or pada Senin.

Kane menjadi pemain Inggris pertama dalam 25 tahun yang memenangkan penghargaan individu paling prestisius dalam sepak bola tersebut, setelah Michael Owen meraihnya pada 2001.

Menurut Danks, kontras antara kabar menggembirakan dari Kane dan situasi yang dialami Kompany membuat Bayern harus melewati pekan dengan emosi yang beragam.

“Bagi kami, profesionalisme tetap menjadi hal utama. Dalam sepekan terakhir, kami mengalami berbagai situasi ekstrem. Ada kegembiraan dan momen-momen luar biasa bagi Harry, tetapi juga ada masa-masa sulit dalam beberapa hari terakhir,” kata Danks.

Ia menambahkan, kekompakan dan semangat kebersamaan menjadi modal penting bagi Bayern untuk menjaga fokus di tengah situasi tersebut.

“Untuk melewati momen-momen seperti ini, kami harus mengandalkan keharmonisan dan semangat tim. Hal itu jelas membantu kami,” ujarnya.

Bayern kini berupaya mempertahankan konsistensi di tengah padatnya agenda pertandingan, sembari menunggu perkembangan kondisi Kompany. Untuk sementara, belum ada tanggal pasti yang ditetapkan bagi sang pelatih untuk kembali menjalankan tugasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.