Apakah Motor Anda Tiba-tiba Boros Bensin? Bisa Jadi Ini 9 Penyebabnya!
Minggu, 25 Okt 2026, 19:19 WIB | Oleh: OpikBusi berfungsi menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Jika busi aus atau mengalami gangguan, pembakaran dapat berlangsung kurang optimal.
Kondisi ini bisa membuat mesin sulit dihidupkan, tersendat saat berakselerasi, atau kehilangan tenaga. Dalam keadaan tertentu, pembakaran yang tidak sempurna juga dapat meningkatkan konsumsi bensin.
Jika motor terasa semakin berat dan penggunaan bahan bakar meningkat, periksa kondisi busi serta sistem pengapian.
Penggantian busi perlu mengikuti jadwal perawatan dan spesifikasi kendaraan. Apabila busi masih baik, mekanik dapat memeriksa kemungkinan gangguan pada komponen pengapian lainnya.
4. Oli mesin terlambat diganti
Oli mesin berfungsi melumasi komponen yang bergerak, membantu mengurangi gesekan, serta mendukung kinerja mesin.
Oli yang sudah melewati masa pemakaian atau volumenya tidak sesuai dapat memengaruhi pelumasan dan meningkatkan risiko keausan komponen. Kondisi mesin yang tidak bekerja optimal juga dapat berdampak pada efisiensi bahan bakar.
Karena itu, pemilik motor perlu memeriksa volume dan kondisi oli sesuai petunjuk pada buku manual. Penggantian sebaiknya dilakukan berdasarkan jadwal servis yang ditetapkan pabrikan.
Gunakan jenis dan tingkat kekentalan oli yang sesuai dengan rekomendasi kendaraan. Mengganti oli terlalu sering tanpa kebutuhan tidak otomatis membuat motor lebih irit, sedangkan menunda penggantian hingga melewati jadwal dapat merugikan kondisi mesin.
5. Injektor atau sistem bahan bakar bermasalah
Pada motor injeksi, bahan bakar disalurkan melalui injektor yang bekerja berdasarkan pengaturan sistem elektronik mesin.
Jika injektor mengalami penyumbatan, tekanan bahan bakar tidak sesuai, atau terdapat gangguan pada sensor dan sistem pengendali, proses pembakaran dapat terganggu. Gejalanya dapat berupa tarikan tersendat, putaran mesin tidak stabil, atau konsumsi bensin yang meningkat.
Namun, motor yang boros tidak selalu berarti injektornya kotor. Gangguan serupa bisa berasal dari komponen lain sehingga pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Apabila konsumsi bahan bakar tetap tinggi setelah perawatan rutin, mintalah bengkel memeriksa sistem bahan bakar dan membaca kode gangguan elektronik jika diperlukan.
Hindari menggunakan cairan pembersih atau membongkar injektor tanpa memahami prosedur yang sesuai dengan tipe motor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!