Pameran WARI’ Art/Interior 2026 Hadirkan Kolaborasi Seniman dan Desainer Interior
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 22:50 WIB | Oleh: Haryo BronoAndry Boy Kurniawan menampilkan patung resin tiga dimensi dengan karakter imajinatif, termasuk karya yang terinspirasi figur shio Tionghoa dan tanda zodiak. Ia dikenal melalui seri The Peace Keepers. Sementara itu, Apin menghadirkan karya yang memadukan humor, komentar sosial, dan pembacaan ulang objek keseharian melalui permainan visual.

Pengunjung sedang mengamati karya Arief Witjaksana. (Koran Jakarta/Haryo Brono)
Arief Witjaksana mempertemukan seni rupa, desain karakter, dan art toys melalui semesta kreatif Malaccan Tales. Ia juga dijadwalkan berbagi pengalaman dalam sesi diskusi mengenai seni, karakter, mainan, dan gim. Adapun Indra Evendi bersama Alex Bayusaputro menampilkan eksplorasi patung dan objek melalui seri Batloon.
Seniman lainnya, Yudi Sulistyo, mengolah kertas, kardus, dan material lain menjadi objek mekanis terperinci, seperti kendaraan dan struktur menyerupai mesin. Keragaman medium tersebut memperlihatkan berbagai cara seniman mengolah gagasan sekaligus membuka ruang bagi pengunjung untuk mengenal seni melalui ketertarikan masing-masing.
Tata Cahaya, Lanskap, dan Apresiasi Ruang
Budi Kurniawan, pendiri sekaligus principal BK Studio, mengatakan penempatan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun hubungan antara karya dan lingkungan sekitarnya.
“WARI’ berbicara tentang kepantasan dalam penempatan. Setiap karya, material, dan elemen ruang perlu menemukan tempat serta perannya agar dapat saling berdialog. Kami memperhatikan dinding, cahaya, proporsi, dan alur ruang untuk membangun pengalaman yang utuh,” ungkap Budi.
Pengalaman ruang dalam pameran ini juga didukung oleh Jimmy Marianto dari JRP Lighting yang merancang pencahayaan, serta Sing Mahadi dari Grow Little Garden yang menangani lanskap. Keduanya turut membentuk suasana pameran melalui pengolahan cahaya, tekstur, dan elemen lingkungan.
Pendiri Galeri ZEN1 Nicolaus F. Kuswanto mengatakan, pendekatan WARI’ melengkapi pengalaman menikmati seni di galeri dengan memberikan gambaran mengenai hubungan karya dengan ruang kehidupan sehari-hari.
“Ruang galeri memungkinkan karya dilihat secara mendalam, sementara WARI’ menawarkan pengalaman yang berbeda dan saling melengkapi: pengunjung dapat membayangkan bagaimana seni hidup bersama mereka dalam ruang sehari-hari. Pertemuan ini diharapkan memperluas apresiasi terhadap karya dan para senimannya,” kata Nicolaus.
Selain pameran, WARI’ menghadirkan program percakapan bersama seniman. Arief Witjaksana dijadwalkan membawakan diskusi interaktif mengenai Malaccan Tales, sedangkan Indra Evendi akan hadir dalam sesi percakapan tersendiri. Informasi mengenai program dan jadwal acara tersedia melalui akun Instagram @Javier.Curated.

Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!