Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Koneksi dan Bappenas Petakan Risiko Sosial dan Lingkungan PLTS Terapung

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 18:18 WIB | Oleh:

Elis juga menekankan pentingnya pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik setiap lokasi. Menurut dia, kondisi badan air yang berbeda membuat risiko lingkungan tidak dapat ditangani menggunakan satu pendekatan yang seragam.

Ia berharap diskusi tersebut menghasilkan pembagian peran dan koordinasi yang lebih jelas sekaligus membantu pemerintah mengidentifikasi kesenjangan kebijakan (policy gap analysis). Analisis ini diperlukan untuk mengetahui regulasi yang belum tersedia, aturan yang perlu diperbaiki, kesenjangan informasi, serta kebutuhan penguatan koordinasi antarpihak.

Studi Cirata dan Singkarak Menjadi Dasar Rekomendasi

Perwakilan tim riset Universitas Andalas, Dr. Akhmad Suraji, menjelaskan bahwa studi di PLTS Cirata dan Singkarak menemukan kondisi kualitas air yang mendukung pengembangan PLTS terapung berskala besar. Meski demikian, hasil tersebut tidak menghilangkan kebutuhan untuk mengidentifikasi tantangan lingkungan dan sosial yang dapat muncul selama pembangunan dan pengoperasian fasilitas.

Tim peneliti selanjutnya akan merumuskan konsep kebijakan dan langkah implementasi perlindungan lingkungan dan sosial untuk disampaikan kepada pemerintah. Rangkaian FGD Delphi Round juga akan dilanjutkan bersama pemerintah daerah, terutama di Jawa Barat dan Sumatera Barat sebagai wilayah penelitian.

Keterlibatan pemerintah daerah dinilai penting untuk memastikan rekomendasi kebijakan sesuai dengan kondisi setempat, termasuk fungsi badan air, kepentingan pengguna waduk, dan kebutuhan masyarakat yang bergantung pada sumber daya perairan.

Perwakilan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), Dr. Reiko Take, yang membuka kegiatan tersebut, berharap diskusi dapat membantu mengidentifikasi risiko sejak awal dan merumuskan langkah perlindungan yang tepat. Dengan demikian, transisi energi di Indonesia diharapkan tidak hanya mendukung pengurangan emisi, tetapi juga berlangsung secara adil dan inklusif.

Anggota Dewan Energi Nasional periode 2026–2030, Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, turut hadir membahas potensi pengembangan energi terbarukan, termasuk tantangan dan solusi untuk mengintegrasikan PLTS berskala besar ke dalam sistem energi Indonesia.

Melalui riset dan konsultasi lintas pemangku kepentingan tersebut, Koneksi dan Kementerian PPN/Bappenas berupaya mendorong pengembangan PLTS terapung yang mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, perlindungan sosial, dan kepentingan masyarakat. Kerangka perlindungan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengidentifikasi serta mengelola risiko pada proyek-proyek PLTS terapung di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Telkom Bawa Program Numeras...
Olahraga
Strava Catat 33 Persen Akti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.