Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

El Nino Belum Memuncak, Ancaman Karhutla Kian Membesar

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
El Nino Belum Memuncak, Ancaman Karhutla Kian Membesar Doc: istimewa
Ket. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Situasi karhutla 2026 kian mengkhawatirkan dengan sebaran asap pekat yang telah menjangkau 17 provinsi hingga Sulawesi, Maluku, dan Papua, meski puncak El Nino diperkirakan baru terjadi pada Desember, sehingga memicu sorotan serius Komisi IV DPR RI.

JAKARTA – Situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2026 memasuki fase mengkhawatirkan. Puncak fenomena cuaca ekstrem, El Nino diperkirakan baru akan terjadi pada Desember mendatang, namun asap pekat sudah lebih dulu meluas ke 17 provinsi.

Sebaran asap tak lagi hanya di Sumatera dan Kalimantan. Kini sudah menjangkau Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua. Kondisi ini yang membuat Komisi IV DPR RI kompak bersuara keras.

Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengingatkan pemerintah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi puncak El Nino pada Desember mendatang. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berlangsung dapat meningkatkan emisi karbon, memperparah anomali cuaca, serta mempersulit penanganan bencana.

“Dampak El Nino berpotensi berlanjut hingga 2027 apabila kondisi cuaca dan kebakaran tidak segera ditangani,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi DPR RI, Selasa (20/10).

Selain itu, Daniel meminta pemerintah terbuka terhadap tawaran bantuan ASEAN untuk penanganan karhutla. Menurutnya, bantuan internasional tidak perlu dipersoalkan selama dapat mempercepat penanganan kemanusiaan dan lingkungan. Dia mencontohkan pengalaman penanganan banjir di Sumatera dan Aceh, ketika dukungan pihak lain membantu mempercepat pemulihan dan pembangunan kembali.

“Penerimaan bantuan, lanjutnya, perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta tetap memperhatikan koordinasi dan kewenangan yang berlaku,” tegasnya.

Senada, Anggota Komisi IV DPR RI Slamet mendesak Presiden menetapkan target waktu, indikator keberhasilan, dan pembagian tanggung jawab yang jelas bagi kementerian dan lembaga dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada Februari 2026, luas lahan terbakar dilaporkan meningkat hingga 20 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sekitar 3,4 juta jiwa terdampak langsung asap di tujuh provinsi episentrum, sementara di Kalimantan Barat tercatat lebih dari 165 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Januari 2026,” jelasnya.

Slamet menegaskan karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu pendidikan, dan memengaruhi mata pencaharian warga. Karena itu, pemerintah perlu memperluas penanganan melalui perlindungan kesehatan, pemulihan sosial-ekonomi, dan penguatan pencegahan, selain pemadaman api.

“Pelaporan berkala dan evaluasi berdasarkan hasil nyata di lapangan, dengan evaluasi jabatan hingga pengunduran diri sebagai konsekuensi apabila pejabat gagal menjalankan tanggung jawabnya,” jelasnya.

Kejadian Berulang

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengkritik penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang setiap tahun tanpa evaluasi dan pencegahan memadai. Dia menilai cuaca ekstrem, kemarau panjang, El Nino, dan sulitnya medan pemadaman tidak boleh mengesampingkan kesiapan pemerintah.

Johan juga meminta evaluasi kinerja Menteri Kehutanan apabila perlindungan hutan belum berjalan efektif. Menurutnya, keberhasilan penanganan karhutla harus diukur dari pengendalian titik api, kecepatan pemadaman, serta perlindungan masyarakat dari paparan asap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...

Cara Mengatasi Bentrok Hobi Orangtua dan Kepentingan Anak

13 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Cara Mengatasi Bentrok Hobi...
Luar Negeri
Italia Kerahkan 500 Tentara...
Nasional
Rumah Dinas Bupati Klaten D...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.