Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panas Bumi Bukan Cuma untuk Listrik, Pertamina Sulap Limbah Jadi Pupuk

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 00:58 WIB | Oleh:
Panas Bumi Bukan Cuma untuk Listrik, Pertamina Sulap Limbah Jadi Pupuk Doc: ANTARA/Aditya Ramadhan
Ket. Pengukuran kandungan unsur hara makro pada pupuk organik Geofert setelah diaktivasi menggunakan air di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10).

BANDUNG - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang, Jawa Barat, memanfaatkan panas bumi untuk mempercepat pengeringan pupuk organik dari 14 hari menjadi hanya 12 jam melalui inovasi Geofert dalam program pemberdayaan masyarakat.

Perwakilan fungsi Kehumasan PGE Kamojang Erwandi di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa, mengatakan teknologi pengeringan tersebut menggunakan alat bernama Dry Cube yang memanfaatkan panas bumi.

"Dari yang awal kalau kita pakai matahari biasanya kita bisa membutuhkan 14 hari, ternyata dengan panas bumi namanya Dry Cube itu cuman butuh 12 jam," ujar Erwandi.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat Kanyaah yang mengembangkan pemanfaatan langsung energi panas bumi untuk kegiatan ekonomi warga sekitar.

Melalui program Geofert (Geothermal Fertilizer), limbah organik rumah tangga dan pertanian diolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh petani lokal.

Pupuk hasil pengolahan tersebut kemudian digunakan dalam ekosistem Geofarm untuk pembibitan dan budidaya tanaman, sedangkan hasil panennya dapat diolah melalui ekosistem Geofood.

Salah seorang petani muda binaan PGE, Hendro, mengatakan pupuk Geofert yang telah dikeringkan dapat disimpan hingga satu tahun.

Selain pengolahan pupuk, PGE Kamojang memanfaatkan panas bumi untuk menghangatkan air kolam budidaya ikan melalui program Geofishery.

Teknologi tersebut diterapkan di kawasan Kamojang yang berada pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.

Erwandi menyebutkan bahwa ikan yang dibudidayakan pada kolam berpenghangat panas bumi memiliki bobot lebih tinggi dibandingkan ikan pada kolam tanpa penghangat.

"Ternyata ikan di kolam A dan ikan di kolam B dengan berat yang sama di awal bibitnya, setelah sekian bulan itu ternyata memiliki perbedaan dari segi berat. Jadi, lebih berat 85 sampai 90 persen," katanya.

Sebelumnya, dalam publikasi program Kanyaah pada April 2026, PGE melaporkan perbandingan bobot ikan sebesar 200 gram dan 330 gram per ekor, atau selisih sekitar 65 persen, disertai percepatan masa panen hingga 25 persen.

Selain pertanian dan perikanan, energi panas bumi dimanfaatkan untuk mengeringkan berbagai produk pangan, antara lain ubi, singkong, kentang, dan kopi.

Erwandi menjelaskan proses pengeringan menggunakan sistem perpindahan panas melalui pipa sehingga bahan pangan dan pakan ikan tidak bersentuhan langsung dengan fluida panas bumi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...

Alexandra Eala Akhiri Tren Buruk

40 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Alexandra Eala Akhiri Tren ...

Bayern Versus Arsenal, Laga Para Juara

55 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Bayern Versus Arsenal, Laga...
Megapolitan
Karir Jakarta Sediakan 12.0...

Mantap, Pemain Voli Putri Yogyakarta Jadi Model

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mantap, Pemain Voli Putri Y...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.