Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut
📅 Selasa, 20 Okt 2026, 09:56 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
PYONGYANG – Rumor kematian pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali menghebohkan media sosial pada Senin (19/10). Di tengah beredarnya klaim bahwa ia meninggal akibat pendarahan otak, foto Kim menghadiri pameran pakaian dan sepatu bersama putrinya justru muncul dalam laporan media pemerintah Korea Utara, Selasa (20/10).
Kemunculan Kim di depan publik tersebut menjadi sorotan setelah rumor mengenai kondisi kesehatannya menyebar luas di internet. Di saat yang sama, beredar pula tuduhan bahwa adik perempuannya, Kim Yo-jong, telah mengambil alih kekuasaan, sementara 9.000 tentara Tiongkok disebut telah dikirim ke Pyongyang untuk menghadapi kemungkinan krisis suksesi.
Namun, seluruh tuduhan mengenai kematian Kim, pengambilalihan kekuasaan oleh Kim Yo-jong, dan pengerahan pasukan Tiongkok tersebut belum terverifikasi. Tidak ada konfirmasi resmi dalam informasi yang tersedia bahwa Kim Jong-un telah meninggal dunia atau bahwa telah terjadi pergantian kekuasaan di Korea Utara.
Menurut laporan media pemerintah Korea Utara, Kim menghadiri pameran pakaian dan sepatu bersama putrinya pada Senin (19/10). Foto kegiatan tersebut kemudian dipublikasikan oleh Rodong Sinmun pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Dilansir North Korea News, rumor kematian Kim tampaknya mulai menyebar melalui platform media sosial X pada Minggu hingga Senin. Sedikitnya dua akun populer yang dikenal anti-Partai Komunis Tiongkok mengklaim tanpa menyertakan bukti bahwa Kim telah meninggal dunia atau mengalami koma dan dilarikan ke rumah sakit di Beijing.
Salah satu klaim tersebut disampaikan Wanjun Xie, ketua Partai Demokrasi China (CDP). Ia menuduh Kim meninggal setelah mengalami pendarahan otak parah. Xie juga mengklaim Kim Yo-jong telah mengambil alih kekuasaan, menggantikan putri Kim Jong-un, Kim Ju-ae, yang selama ini menjadi sorotan sebagai figur potensial dalam suksesi kepemimpinan Korea Utara.
Dilansir The Economic Times, Xie juga menuduh bahwa 9.000 tentara Tiongkok telah dikirim ke Pyongyang di tengah kekhawatiran akan krisis suksesi. Ia turut mengklaim bahwa Korea Utara meningkatkan postur militernya terhadap Korea Selatan.
Meski demikian, tuduhan-tuduhan tersebut belum didukung bukti independen yang terverifikasi.
Klaim Kim Jong-un Mengalami Pendarahan Otak dan Meninggal di Beijing
Dalam unggahannya di media sosial, Xie menyebut Kim Jong-un tiba-tiba mengalami pendarahan otak dan jatuh koma. Ia mengklaim pemerintah Korea Utara kemudian meminta bantuan medis dari Tiongkok karena fasilitas kesehatan di dalam negeri tidak mampu memberikan perawatan yang dibutuhkan.
Menurut versi yang disampaikan Xie, tim ahli medis dari Rumah Sakit Peking Union Medical College dikirim ke Korea Utara untuk menangani kondisi Kim.
Xie selanjutnya menuduh Kim dipindahkan ke Beijing untuk menjalani operasi darurat. Namun, ia mengklaim para dokter gagal menyelamatkan pemimpin Korea Utara tersebut karena kondisinya sudah terlalu parah dan kesempatan untuk memberikan perawatan pada waktu yang tepat telah terlewati.
Tidak berhenti di situ, Xie menyatakan jenazah Kim telah dikembalikan ke Korea Utara, sementara pengumuman resmi mengenai kematiannya ditunda.
Ia juga berpendapat bahwa rumor tersebut semakin meluas karena Kim belum muncul di depan publik untuk membantah kabar yang beredar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!