Dibuka Melemah, IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat Imbas Kebijakan Otoritas Bursa Merespons MSCI
📅 Selasa, 20 Okt 2026, 10:20 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (20/10) dibuka melemah 16,45 poin atau 0,33 persen ke posisi 4.980,16. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,62 poin atau 0,74 persen ke posisi 492,08.
Namun pada pukul 09.25 WIB bergerak menguat 135,75 poin atau 2,72 persen ke posisi 5.132,36. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 23,86 poin atau 4,88 persen ke posisi 512,32.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak menguat seiring pelaku pasar merespons kebijakan otoritas pasar modal Indonesia yang menindaklanjuti evaluasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
"Jika saham-saham dengan kapitalisasi besar mulai rebound, maka IHSG berpotensi untuk menguat di atas level 5.000 pada perdagangan Selasa," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari dalam negeri, otoritas pasar modal Indonesia mengubah batas Auto Reject Bawah (ARB) menjadi 7 persen, yang mana tekanan jual masih berlangsung namun beberapa saham mulai bangkit dari level ARB, setelah beberapa emiten mengumumkan buyback saham.
Tidak hanya itu, BEI mengumumkan dua inisiatif baru yaitu penambahan keterangan status afiliasi atau non-afiliasi pada publikasi nama pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen, serta mengeluarkan seluruh saham High Shareholding Concentration (HSC) dari IHSG.
Adapun, saham-saham kategori HSC saat ini tercatat sebanyak 80 saham atau memiliki bobot sebesar 18 persen dari IHSG.
Ratna mengatakan kedua kebijakan itu diharapkan dapat mendukung pemenuhan standar MSCI, meskipun bukan jaminan bahwa MSCI akan merespon positif langkah tersebut.
“Kebijakan tersebut bertujuan membuat pergerakan IHSG mencerminkan kondisi pasar yang lebih wajar,” ujar Ratna.
Namun, Ratna menilai dalam pelaksanaannya IHSG berpotensi mengalami penyesuaian dalam jangka pendek, mengingat beberapa saham HSC memiliki bobot yang cukup besar.
“Proses penyesuaian ini dapat meningkatkan volatilitas pasar, namun diharapkan mendukung pembentukan indeks yang lebih mencerminkan kondisi pasar dan likuiditas saham secara representatif,” ujar Ratna.
Dari mancanegara, mayoritas saham-saham di AS ditutup menguat pada Senin (19/10), atau rebound setelah aksi jual tajam pada sektor kecerdasan buatan (AI) yang menyebabkan kinerja mingguan terburuk di Wall Street sejak akhir Juni 2026 pekan lalu.
Ratna mengatakan para investor saat ini mengalihkan perhatian pada serangkaian laporan laba kuartalan yang akan mulai dirilis pekan ini.
Selain itu, para investor terus memantau pasar minyak dengan penuh kewaspadaan, seiring meningkatnya serangan terhadap kapal-kapal di Teluk Persia, serta aksi saling serang antara Ukraina dan Rusia yang mengarah ke infrastruktur energi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!