Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

16 Puskesmas Kabupaten Kolaka Utara Disiagakan untuk Layani Kesehatan Dampak Kabut Asap Karhutla

📅 Senin, 19 Okt 2026, 13:15 WIB | Oleh:
16 Puskesmas Kabupaten Kolaka Utara Disiagakan untuk Layani Kesehatan Dampak Kabut Asap Karhutla Doc: antara foto
Ket. Kabut asap melanda Kabupaten Kolaka Utara,Sulawesi Tenggara.

KENDARI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), menginstruksikan 16 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan guna mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Kolut Irham saat dihubungi di Kendari, Senin (19/10), mengatakan langkah tersebut tertuang dalam Surat Imbauan Nomor 400.7/811/2026 tertanggal 16 Oktober 2026, yang merujuk pada arahan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan akibat kabut asap. Karena itu, puskesmas perlu memastikan kesiapan obat-obatan dan peralatan medis, sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat, terutama kelompok rentan," kata Irham.

Ke-16 puskesmas yang disiagakan meliputi Puskesmas Lasusua, Ranteangin, Katoi, Lambai, Wawo, Ngapa, Watunohu, Pakue, Pakue Tengah, Pakue Utara, Batuputih, Tolala, Porehu, Kodeoha, Tiwu, dan Puskesmas Kamaru.

Irha menyebutkan bahwa melalui instruksi tersebut, seluruh puskesmas diminta memastikan ketersediaan logistik medis darurat seperti obat-obatan, tabung oksigen, alat bantu pernapasan, obat tetes mata, hingga perlengkapan pendukung lainnya sesuai standar fasilitas.

"Selain kesiapan medis, puskesmas juga diwajibkan melakukan pemantauan kualitas udara harian menggunakan sanitarian kit atau particulate dust meter. Hasil pemantauan ini menjadi acuan utama dalam memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat setempat," ujarnya.

Irham menjelaskan bahwa paparan kabut asap berpotensi memicu iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, hingga iritasi mata. Kondisi ini juga berisiko memperburuk penyakit penyerta seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

"Bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan menjadi kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus," kata Irham.

Sebagai langkah preventif, puskesmas diminta menjaga kualitas udara di ruang tunggu dan ruang pelayanan pasien, meningkatkan efektivitas deteksi kasus paparan asap, serta siap melakukan rujukan medis sesuai indikasi.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, serta selalu menggunakan masker yang sesuai apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah.

“Jangan mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul. Jika mengalami sesak napas berat atau tanda kegawatdaruratan lainnya, segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Irham.

Ia menambahkan seluruh puskesmas diinstruksikan untuk mendata dan melaporkan setiap kasus gangguan kesehatan terkait kabut asap secara berkala, serta memperkuat koordinasi dengan rumah sakit rujukan dan instansi terkait agar penanganan dampak karhutla di Kolaka Utara berjalan optimal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.