Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendagri Bentuk 5 Tim untuk Evaluasi Harga Cabai di Daerah

📅 Senin, 19 Okt 2026, 16:40 WIB | Oleh:
Kemendagri Bentuk 5 Tim untuk Evaluasi Harga Cabai di Daerah Doc: Kemendagri
Ket. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyiapkan lima tim untuk memantau dan mengevaluasi penanganan kenaikan harga cabai di sejumlah daerah. Langkah ini dilakukan bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan pemerintah daerah (pemda), terutama di wilayah yang mengalami kenaikan harga serta telah menerima bantuan pemerintah.

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyiapkan lima tim untuk memantau dan mengevaluasi penanganan kenaikan harga cabai di sejumlah daerah. Langkah ini dilakukan bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan pemerintah daerah (pemda), terutama di wilayah yang mengalami kenaikan harga serta telah menerima bantuan pemerintah.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemda terhadap Program 3 Juta Rumah. Rapat tersebut berlangsung di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Dalam rapat itu, Tomsi menyoroti kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah di sejumlah kabupaten/kota berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, perkembangan harga kedua komoditas tersebut perlu mendapat perhatian agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

Untuk menindaklanjuti kondisi tersebut, Kemendagri akan mengirimkan lima tim ke daerah yang mengalami kenaikan harga cabai dan telah memperoleh bantuan dari Kementan. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan penanganan di lapangan sekaligus mengevaluasi hasil dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian.

"Kami membentuk lima tim, Pak, lima tim untuk berangkat ke daerah yang [harga] cabainya tinggi dan mendapatkan bantuan dari Kementan, baik itu bibit, pupuk, saprodi, dan lain sebagainya. Kami ingin melihat sejauh mana perkembangan atau hasilnya," ujar Tomsi.

Bantuan yang menjadi bagian dari evaluasi meliputi bibit, pupuk, sarana produksi pertanian (saprodi), serta dukungan lainnya. Tim akan meninjau sejauh mana bantuan tersebut dimanfaatkan dan bagaimana perkembangannya dalam mendukung penanganan kenaikan harga cabai di daerah.

Dalam pelaksanaannya, setiap tim akan berkoordinasi dengan perwakilan Kementan dan pemda setempat. Koordinasi tersebut juga ditujukan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi serta mengevaluasi langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam merespons kenaikan harga.

Tomsi turut menekankan pentingnya pemantauan harga secara langsung di pasar. Menurutnya, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) perlu mengetahui kondisi harga aktual agar kebijakan pengendalian inflasi yang diambil sesuai dengan situasi dan kebutuhan masyarakat.

"Ini untuk masyarakat. Nomor satu adalah bahwa harga-harga dapat terjangkau. Ini kewajiban kita," tegasnya.

Melalui evaluasi tersebut, Kemendagri berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam mengendalikan harga komoditas pangan. Hasil pemantauan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki langkah penanganan, khususnya di wilayah yang mengalami kenaikan harga cabai.

Upaya ini juga menegaskan pentingnya keterhubungan antara dukungan sektor pertanian dan pengendalian harga di tingkat konsumen. Pemerintah perlu memastikan perkembangan bantuan yang telah disalurkan dapat dipantau, sementara kondisi harga di pasar tetap menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian selanjutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Mesir Siap Pasang Badan Ban...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.