Infantino Minta Maaf soal Proyek Investasi Piala Dunia, tetapi Dinilai Belum Beri Jawaban Memuaskan

Minggu, 18 Okt 2026, 00:35 WIB

ZURICH – Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan proyek yang dirancang untuk membuka peluang investasi swasta dalam kompetisi elite FIFA, termasuk Piala Dunia. Namun, permintaan maaf tersebut belum meredakan kritik dari sejumlah anggota Dewan FIFA yang menilai Infantino belum memberikan jawaban memuaskan atas berbagai pertanyaan mengenai proyek tersebut.

Kepala Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, yang juga anggota Dewan FIFA, mengatakan banyak pertanyaan kritis diajukan dalam pertemuan tertutup di markas FIFA di Zurich, Swiss, Jumat (16/10). Akan tetapi, menurut dia, tidak ada jawaban yang memadai.

Ket. Foto: Gianni Infantino. — Sumber: FIFA

“Kami mengajukan banyak pertanyaan kritis, tetapi dari sudut pandang saya, tidak ada jawaban yang memuaskan,” ujar Neuendorf seusai pertemuan.

Salah satu agenda utama rapat tersebut adalah proposal FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah inisiatif yang diumumkan Infantino pada akhir Juli. Rencana itu membuka kemungkinan bagi investor swasta untuk mengambil bagian dalam kompetisi premium FIFA, termasuk Piala Dunia.

Proposal tersebut akhirnya dibatalkan setelah menuai kritik luas. Penolakan datang dari berbagai pihak, termasuk UEFA selaku badan sepak bola Eropa, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), serta CONCACAF yang menaungi sepak bola di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan kawasan Karibia.

Dalam video yang dipublikasikan FIFA, Infantino menyampaikan permintaan maaf atas proses komunikasi dan konsultasi terkait proyek FFE.

“Saya meminta maaf atas kesalahan yang kami lakukan dalam proses komunikasi dan konsultasi terkait proyek FIFA Forward Enterprise,” kata Infantino.

Namun, ia menegaskan bahwa FFE masih sebatas proposal dan bukan kesepakatan yang telah diputuskan. Menurut Infantino, gagasan tersebut awalnya dimaksudkan untuk memungkinkan FIFA meningkatkan investasi bagi asosiasi-asosiasi anggotanya.

Infantino juga memastikan bahwa inisiatif tersebut telah ditarik secara permanen dan tidak akan dimunculkan kembali dalam bentuk apa pun.

Meski demikian, pernyataan itu belum menjawab tuntutan sejumlah anggota Dewan FIFA yang menginginkan penjelasan lebih terperinci mengenai proses penyusunan proposal, dokumen yang mendasarinya, serta alasan rencana tersebut diumumkan tanpa terlebih dahulu dibahas dalam rapat dewan.

Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Debbie Hewitt, yang juga menjabat wakil presiden FIFA, termasuk di antara pihak yang masih mempertanyakan penanganan proyek tersebut.

Hewitt mengatakan Infantino tidak layak melanjutkan kepemimpinannya di FIFA jika tidak membuka seluruh dokumen terkait rencana investasi itu dan menjawab pertanyaan-pertanyaan penting yang diajukan.

Menurut Hewitt, para anggota dewan sebelumnya diminta menyerahkan daftar pertanyaan mengenai FFE. Namun, dalam pertemuan tersebut, mereka tidak memperoleh jawaban atas sejumlah permintaan spesifik, termasuk akses terhadap dokumen proyek.

“Salah satu hal yang mengecewakan adalah kami tidak mendapatkan jawaban. Tidak ada jawaban atas hal-hal yang secara khusus kami minta, misalnya dokumen-dokumen FFE. Karena itu, kami mempertanyakan alasannya,” ujar Hewitt.

Ia menambahkan, dari sudut pandangnya sebagai anggota Dewan FIFA, belum ada perubahan yang membuatnya menilai situasi tersebut secara berbeda dibandingkan sebelum pertemuan. Satu-satunya perkembangan adalah permintaan maaf Infantino dan janji bahwa informasi yang diminta akan diberikan.

Infantino memimpin FIFA sejak 2016 dan berencana kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden pada Maret mendatang. Kontroversi FFE turut memicu seruan dari sejumlah pihak agar ia tidak melanjutkan pencalonannya. Sejauh ini, belum ada kandidat kuat yang secara terbuka menyatakan akan menantangnya.

Polemik FFE bukan satu-satunya isu yang memengaruhi hubungan Infantino dengan sejumlah asosiasi sepak bola Eropa. Beberapa asosiasi dilaporkan telah menarik dukungan mereka menjelang pemilihan, di tengah kontroversi lain yang juga melibatkan hubungan Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dua isu yang menjadi sorotan adalah keputusan FIFA memberikan penghargaan perdamaian kepada Trump pada undian Piala Dunia Desember lalu serta polemik terkait hukuman terhadap penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun setelah menerima kartu merah dalam sebuah pertandingan Piala Dunia. Menurut laporan tersebut, hukuman itu ditangguhkan setelah Trump mengintervensi dengan menelepon Infantino.

Di tengah tekanan tersebut, FIFA juga mengonfirmasi rencana pembentukan dana pengembangan senilai 6,35 miliar dollar AS untuk empat tahun ke depan. Rencana itu diperkirakan akan difinalisasi oleh Dewan FIFA dalam pertemuan berikutnya pada Desember.

Dana tersebut akan disalurkan kepada 211 federasi anggota FIFA serta konfederasi regional. Pembiayaannya antara lain akan memanfaatkan cadangan keuangan FIFA setelah Piala Dunia 2026 yang diproyeksikan menghasilkan pendapatan komersial besar.

Dalam skema yang direncanakan, setiap federasi anggota berpotensi menerima dana sebesar 25 juta dollar AS. Program tersebut dapat menjadi salah satu bagian penting dari agenda pengembangan sepak bola FIFA, sekaligus berlangsung menjelang pemilihan presiden organisasi itu.

Batas akhir pengajuan kandidat ditetapkan pada 18 November. Dengan kontroversi FFE yang belum sepenuhnya mereda, keterbukaan informasi dan respons terhadap kritik internal berpotensi menjadi perhatian utama menjelang proses pemilihan tersebut.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.