Warga Banjar Diajak untuk Terus Menanamkan Seni Khas Daerah kepada Kaum Remaja

Minggu, 18 Okt 2026, 01:01 WIB

BANJAR -  Untuk tetap mempertahankan seni kekayaan daerah Banjar menggelar Festival Budaya. Festival ini diharapkan menjadi ruang regenerasi seniman muda sekaligus pelestarian seni tradisional daerah melalui kompetisi musik panting, rudat, sinoman hadrah, dan maulid habsyi yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar menyelesaikan seluruh rangkaian festival yang berlangsung selama tiga hari dan dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Martapura.

Ket. Foto: kekayaan harus dijaga — Sumber: ist

Kepala Disbudporapar Banjar melalui Kepala Bidang Kebudayaan M Syahid di Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu, mengatakan festival tersebut menjadi salah satu upaya menjaga keberlanjutan seni budaya Banjar sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan berkompetisi secara sehat.

“Alhamdulillah, semua dukungan dapat kita dapatkan mulai dari ruang transit untuk pejabat saat acara pembukaan maupun fasilitas bagi peserta, semuanya terbantu dengan baik,” ujarnya didampingi Kasi Kesenian Bidang Kebudayaan Ina Wangsih.

Festival tahun ini mempertandingkan empat kategori utama, yakni Sinoman Hadrah, Rudat, Musik Panting tingkat provinsi, serta Maulid Habsyi tingkat kabupaten, dengan penilaian dewan juri sebagai dasar penentuan pemenang.

Untuk menjaga sportivitas sekaligus membuka peluang regenerasi, panitia menerapkan aturan peserta yang telah menjuarai kategori lomba yang sama tiga kali berturut-turut tidak diperkenankan mengikuti kategori tersebut pada tahun berikutnya.

Upaya regenerasi juga terlihat pada partisipasi kelompok Tari Rudat Putri SMPN 1 Gambut yang meraih juara kedua kategori umum setelah sebelumnya berprestasi pada kategori pelajar, sehingga harus bersaing dengan kelompok yang memiliki pengalaman dan kemampuan berbeda.

Pembina sekaligus Guru Seni SMPN 1 Gambut Yuni Kartika mengatakan anak didiknya tetap mampu menunjukkan penampilan terbaik meski menghadapi persiapan terbatas karena sebagian besar siswa menjalani pembelajaran jarak jauh.

“Pada keikutsertaan sebelumnya, kami sempat mencatatkan prestasi sebagai Juara 1 pada kategori pelajar, sebelum akhirnya tahun ini harus bersaing di kategori umum yang jauh lebih kompetitif melawan peserta dewasa lainnya,” katanya.

Kelompok SMPN 1 Gambut yang terdiri atas 11 penari dan lima penabuh tersebut berharap dapat mempersiapkan penampilan lebih matang, menambah personel, serta meningkatkan kualitas pertunjukan agar mampu meraih hasil lebih baik pada kompetisi berikutnya.

Syahid mengatakan Disbudporapar Banjar akan terus menjadikan festival sebagai agenda tahunan melalui kolaborasi dengan Dewan Kesenian dan lembaga seni daerah agar pembinaan pelaku budaya berlangsung berkelanjutan, bukan hanya saat perlombaan.

Pada Festival Budaya Banjar 2026, juara pertama Musik Panting diraih Intan Parimata, Tari Rudat Putri kategori umum oleh Sekar Baintan MA Hidayatullah, Sinoman Hadrah oleh AS Sibyan, Maulid Habsyi Putri oleh Al-Barokah, dan Maulid Habsyi Putra oleh Nurul Mustofa.

  • festival banjar

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.