Hati-hati Pakai Mobil Hybrid! Isi BBM Tak Sesuai Picu Terjadinya 'Knocking'
Kamis, 01 Okt 2026, 20:01 WIBJAKARTA - Kendaraan hybrid ketika tidak menggunakan jenis bahan bakar yang sesuai, bakal memiliki dampak buruk serta mempengaruhi kinerja mesin dari kendaraan tersebut.
Auto2000 dalam keterangan resminya, Kamis (1/10), mengatakan bahwa kondisi tersebut berpotensi memicu knocking atau suara ngelitik hingga meningkatkan risiko kerusakan komponen mesin dalam jangka panjang.
Pada mobil hybrid Toyota, mesin pembakaran internal (ICE) bekerja dengan teknologi yang dirancang untuk menghasilkan efisiensi sekaligus tenaga.
Salah satunya, melalui penggunaan Dual VVT-i dan rasio kompresi tinggi yang pada sejumlah mesin hybrid Toyota berada di atas 13:1.
Dengan rasio kompresi tersebut, pemilihan BBM menjadi salah satu faktor penting.
Bahan bakar dengan nilai oktan lebih rendah dari rekomendasi pabrikan, dinilai akan berpotensi mengalami pembakaran sebelum waktu yang seharusnya sehingga memicu knocking.
Gejala tersebut, biasanya terdengar seperti suara mengelitik ketika pengemudi menginjak pedal gas. Kondisinya dapat semakin terasa ketika kendaraan membawa beban berat, berakselerasi untuk menyalip atau melaju di jalan menanjak.
Selain mengurangi performa mesin, pembakaran yang tidak optimal juga dapat menyebabkan terbentuknya deposit di ruang bakar.
Penumpukan tersebut, berpotensi mengganggu kinerja mesin dan meningkatkan temperatur kerja komponen.
Dalam kondisi tertentu, penurunan tenaga membuat pengemudi harus menekan pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan performa yang diinginkan. Akibatnya, konsumsi BBM dapat meningkat dan beban kerja mesin bertambah.
Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara mengatakan penggunaan BBM sesuai rekomendasi pabrikan perlu disertai perawatan berkala. Servis rutin dapat membantu memastikan komponen seperti busi dan filter tetap bekerja sesuai spesifikasi.
âGejala knocking dan menumpuknya deposit di ruang bakar adalah dua hal yang tidak diinginkan pada mesin hybrid Toyota,â kata Nur.
Servis berkala, dapat menjadi kesempatan untuk memeriksa kondisi mesin secara menyeluruh.
Pemeriksaan tersebut, mencakup komponen pendukung hingga pengujian emisi sebagai salah satu indikator kondisi pembakaran mesin. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Dari Hobi Tulis Diary, Tiga Sutradara Perempuan Ini Sukses Guncang Bioskop Indonesia
-
KRL Commuter Tabrak Orang di Dekat Stasiun Tebet, Transjakarta Bantu Angkut Penumpang
-
Bocoran GTA 6 Makin Gila dari Cyberleek, Tapi 6 Fitur Penting Ini Malah Masih Misterius
-
Jonatan Christie Masih Selamat dari Adangan Pemain Singapura
-
Menkomdigi Minta Masyarakat Awasi Akurasi Data Digitalisasi Bansos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.