Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dokter Ahli Mengingatkan bahwa Tuberkulosis Dapat Menyerang Siapa Saja

📅 Sabtu, 17 Okt 2026, 23:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dokter Ahli Mengingatkan bahwa Tuberkulosis Dapat Menyerang Siapa Saja Doc: Antara
Ket. Arsip Foto - Pasien tuberkulosis antre untuk menjalani pemeriksaan rutin di Puskesmas Tebet, Jakarta Selatan.

Jakarta - Guru besar di Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K) mengingatkan bahwa tuberkulosis (TB) dapat menyerang siapa saja, karenanya semua orang perlu mewaspadai penularan penyakit tersebut.

"Dulu kan kita mengatakan TB itu orang miskin, orang kurus, orang ekonomi lemah. Sekarang tidak, orang tinggal di Menteng, orang tinggal di Pondok Indah bisa kena TB. Ada di mana-mana," katanya kepada ANTARA pada Sabtu.

"Penularan TB dapat terjadi di berbagai tempat ketika masyarakat berinteraksi, mulai dari pusat perbelanjaan, pasar, perkantoran, hingga transportasi umum," ia menambahkan.

Tuberkulosis disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa menular saat bakteri penyebab TB yang tersebar di udara dihirup oleh orang lain.

Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Kementerian Kesehatan, bakteri penyebab TB bisa tersebar ke udara ketika penderita tuberkulosis batuk atau bersin dan memercikkan dahak atau cairan.

Sekali batuk pasien TB dapat mengeluarkan sampai 3.500 kuman M. tuberculosis. Jumlah bakteri yang dikeluarkan saat bersin bisa berkisar 4.500 sampai satu juta.

Kalau terhirup, bakteri bisa masuk ke saluran pernapasan, menuju ke paru-paru, dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Tubuh orang yang terpapar bakteri penyebab tuberkulosis bisa menunjukkan reaksi sekitar enam sampai 14 minggu setelah infeksi.

Gejala TB utamanya batuk terus-menerus, bisa batuk berdahak atau tidak berdahak.

Orang yang terinfeksi bakteri penyebab tuberkulosis juga bisa mengalami demam dan meriang dalam jangka panjang, sesak nafas dan nyeri dada, penurunan nafsu makan dan berat badan, dan berkeringat pada malam hari meski tidak melakukan kegiatan. 

Prof. Faisal menyampaikan bahwa orang umumnya tidak bisa mengetahui apakah ada orang di sekitarnya yang terserang TB. Jadi, lebih baik melakukan upaya pencegahan untuk menekan peluang terpapar kuman penyebab TB.

Menurut dia, upaya pencegahan antara lain bisa dilakukan dengan memakai masker ketika merasa sakit atau ada orang yang menunjukkan gejala sakit di sekitarnya.

Dia juga menyampaikan pentingnya menjaga daya tahan tubuh. Ketahanan tubuh bisa dijaga dengan menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik, mencukupkan istirahat, dan mengelola stres.

Prof. Faisal meminta warga tidak merespons penularan TB dengan kekhawatiran berlebihan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Jasa Marga Curi Perhatian d...

Persebaya Tak Remehkan PSS Sleman

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persebaya Tak Remehkan PSS ...
Olahraga
Laskar Mataram Kalah Lawan ...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.