Ekonomi DIY Tumbuh 5,79 Persen, Sektor Pariwisata Jadi Pendorong Utama
Kamis, 05 Nov 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Dok. Antara
YOGYAKARTA – Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat pertumbuhan sebesar 5,79 persen pada triwulan III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Aktivitas pariwisata, terutama usaha akomodasi serta makan dan minum, menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, seluruh lapangan usaha menunjukkan kinerja positif sepanjang triwulan III 2026.
"Pertumbuhan ekonomi DIY secara tahunan didorong oleh kinerja positif seluruh lapangan usaha," kata Endang di Yogyakarta, Kamis (5/11).
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi terjadi pada lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang yang mencapai 10,95 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,25 persen serta jasa lainnya sebesar 9,75 persen.
Meski bukan sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi, penyediaan akomodasi dan makan minum memberikan sumbangan terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi DIY dari sisi produksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sumber pertumbuhan terbesar dari sisi produksi dengan kontribusi sebesar 0,95 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi," katanya.
Secara keseluruhan, lima sektor utama yang meliputi pertanian, industri pengolahan, konstruksi, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta informasi dan komunikasi menyumbang 52,70 persen terhadap struktur perekonomian DIY.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih mendominasi pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kontribusi sebesar 60,49 persen. Sementara itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi menyumbang 38,27 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
BPS mencatat pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran terjadi pada konsumsi pemerintah yang meningkat 20,90 persen. Selanjutnya, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 6,26 persen, konsumsi rumah tangga 4,91 persen, dan PMTB sebesar 4,72 persen.
Kendati pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan konsumsi pemerintah, belanja rumah tangga tetap menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar dari sisi pengeluaran dengan sumbangan 2,58 poin persentase.
"Konsumsi rumah tangga didorong oleh peningkatan kebutuhan sehari-hari dan pendidikan, perubahan pola konsumsi masyarakat, serta meningkatnya aktivitas pariwisata yang mendorong pengeluaran untuk akomodasi, makan minum, dan jasa hiburan," jelas Endang.
Sementara itu, secara kuartalan atau quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi DIY pada triwulan III 2026 tumbuh 0,25 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Adapun secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 5,80 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Endang menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tersebut turut ditopang oleh aktivitas konsumsi masyarakat dan peningkatan investasi, termasuk pembangunan infrastruktur serta pelaksanaan proyek strategis nasional.
"Selain itu, peningkatan belanja pemerintah, khususnya melalui program makan bergizi gratis (MBG) turut menopang aktivitas ekonomi pada triwulan ini," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!