Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sleman Perpanjang Siaga Darurat Merapi hingga Desember, Waspadai Ancaman Lahar Dingin

5 Kamis, 05 Nov 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sleman Perpanjang Siaga Darurat Merapi hingga Desember, Waspadai Ancaman Lahar Dingin Sleman Perpanjang Siaga Darurat Merapi hingga Desember, Waspadai Ancaman Lahar Dingin Doc: Dok. Antara

SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memperpanjang status siaga darurat erupsi Gunung Merapi hingga akhir Desember 2026. Kebijakan ini diambil menyusul aktivitas Merapi yang masih berada pada Level III atau Siaga, disertai potensi ancaman lahar dingin saat intensitas hujan meningkat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat potensi material vulkanik yang dapat terbawa aliran air hujan mencapai jutaan meter kubik. Material tersebut terkonsentrasi di sektor barat daya dan selatan Merapi sehingga perlu diantisipasi, terutama di kawasan yang dilalui sungai berhulu di gunung tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, besarnya potensi material vulkanik menjadi perhatian dalam upaya mitigasi bencana selama musim hujan.

"Potensi volume suplai material vulkanik terpantau cukup tinggi di sektor barat daya dan selatan," kata Bambang di Sleman, Kamis (5/11).

Menurutnya, potensi material di sektor barat daya diperkirakan mencapai 4,3 juta meter kubik. Sementara itu, di sektor selatan terdapat sekitar 2,2 juta hingga 2,3 juta meter kubik material yang berpotensi terbawa aliran air menuju sejumlah sungai, antara lain Boyong, Gendol, dan Krasak.

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, BPBD Sleman telah menyiapkan puluhan perangkat sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di sejumlah lokasi rawan bencana.

Sistem tersebut terhubung dengan jaringan pemantauan Balai Wilayah Sungai (BWS), pos pengamatan, serta radar cuaca untuk mendeteksi peningkatan curah hujan di kawasan puncak Merapi.

Pemantauan menjadi perhatian khusus ketika aktivitas wisata di lereng Merapi meningkat, terutama pada akhir pekan. Kawasan tersebut kerap dikunjungi wisatawan, termasuk pengguna layanan jeep wisata yang beraktivitas di sekitar alur sungai.

"Langkah pengamanan ini dinilai krusial, terutama pada akhir pekan ketika kawasan lereng Merapi ramai dikunjungi wisatawan maupun aktivitas jeep wisata," katanya.

Bambang menjelaskan, perangkat peringatan dini akan diaktifkan apabila terdeteksi kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir bandang atau aliran lahar hujan.

"Jika terjadi cuaca ekstrem di puncak, kami langsung mengaktifkan EWS untuk memberikan peringatan dini potensi banjir bandang atau lahar dingin, sehingga warga dan pelaku wisata di sekitar alur sungai dapat segera mengamankan diri ke tempat yang lebih aman," tambahnya.

Selain ancaman yang berkaitan dengan aktivitas Merapi, BPBD Sleman meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seiring peralihan menuju musim hujan. Potensi yang diantisipasi meliputi angin kencang, sambaran petir, dan tanah longsor di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD telah memperkuat koordinasi dengan pemerintah kapanewon dan kalurahan, TNI-Polri, Dinas Kesehatan, serta instansi teknis lainnya.

"Langkah ini mencakup penyiapan jalur evakuasi, barak pengungsian, serta penguatan edukasi mitigasi kepada masyarakat di kawasan rawan bencana (KRB)," katanya.

Dari sisi pembiayaan, Pemkab Sleman juga menyiapkan dukungan melalui pos belanja tidak terduga (BTT) untuk kebutuhan penanganan darurat. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DIY dan instansi terkait dilakukan guna memastikan respons cepat apabila terjadi peningkatan ancaman bencana.

Bambang meminta masyarakat yang tinggal di kawasan lereng Merapi maupun wisatawan untuk memperhatikan informasi resmi dan tidak mengabaikan peringatan keselamatan, khususnya ketika hujan deras terjadi di kawasan puncak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Cristiano Ronaldo Umumkan P...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.