Regulator Sepak Bola Inggris Ancam Mundur jika Ada Intervensi Politik dalam Kasus Manchester City
Kamis, 15 Okt 2026, 00:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra“Sepak bola klub Inggris merupakan yang terkaya, terbaik, dan paling kompetitif di dunia, tetapi pada saat yang sama berada di ambang bencana keuangan,” katanya.
IFR memperkirakan total utang dalam sepak bola Inggris akan melampaui 5 miliar poundsterling pada akhir musim ini, atau sekitar 118 triliun rupiah. Sementara itu, utang bersih terkait transfer pemain diperkirakan mencapai 3,4 miliar poundsterling, setara sekitar 80,3 triliun rupiah.
“Semua pihak harus mempertimbangkan kenyataan bahwa tidak ada sesuatu pun yang akan bertahan selamanya,” ujar Kogan.
Asosiasi Suporter Sepak Bola Inggris menyebut laporan tersebut sebagai peringatan keras bagi sepak bola profesional putra di negara itu. Mereka mendesak agar temuan tersebut segera diikuti perubahan nyata dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy, juga menyoroti keresahan para pendukung yang selama bertahun-tahun hidup dalam ketidakpastian mengenai masa depan klub kesayangan mereka.
“Selama bertahun-tahun, para penggemar sepak bola hidup dengan kecemasan bahwa klub mereka bisa berada di ambang kehancuran akibat satu pemilik yang buruk atau satu bulan yang sulit,” kata Nandy.
“Laporan ini bukan sekadar membenarkan kecemasan tersebut. Laporan ini telah membuka persoalan secara terang-terangan dengan mengungkap kondisi keuangan klub sepak bola di Inggris secara sangat gamblang,” ujarnya.
Kogan dijadwalkan memberikan keterangan kepada Komite Kebudayaan, Media, dan Olahraga House of Commons pada bulan depan.
Ketua komite tersebut, Caroline Dinenage, anggota parlemen dari Partai Konservatif yang merupakan oposisi utama, menilai risiko keuangan dalam sepak bola Inggris tidak bisa lagi diabaikan.
“IFR benar bahwa risiko keuangan yang melekat dalam sepak bola klub Inggris tidak bisa terus diabaikan. Mereka telah memaparkan persoalannya. Sekarang, mereka harus menunjukkan langkah konkret yang akan dilakukan,” kata Dinenage.
Di tengah proses banding Manchester City dan perdebatan mengenai independensi regulator, laporan IFR memperlihatkan bahwa tantangan sepak bola Inggris tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga keberlanjutan finansial klub-klubnya. Bagi Kogan, menjaga independensi pengawasan dan membenahi risiko keuangan merupakan dua persoalan penting yang tidak boleh diabaikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!