Manfaat Pertumbuhan Ekonomi Belum Sepenuhnya Dirasakan Rumah Tangga
Rabu, 14 Okt 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiSementara itu, Peneliti Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendi Manilet menilai dorongan agar pertumbuhan ekonomi menghasilkan dampak sosial nyata menyentuh persoalan mendasar perekonomian nasional.
Tantangan Indonesia bukan hanya mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan pekerjaan layak dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Dengan dominasi pekerja di sektor informal, stagnasi upah riil, dan penyusutan kelas menengah menunjukkan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan rumah tangga.
Dia juga menyoroti kualitas investasi yang dinilai semakin padat modal sehingga kemampuan menyerap tenaga kerja cenderung menurun dibandingkan satu dekade sebelumnya. Selain itu, tambahan modal yang besar belum selalu diikuti peningkatan output secara sebanding.
Pada saat yang sama, kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian terus melemah. Padahal, sektor tersebut memiliki peran penting dalam menciptakan pekerjaan formal dengan produktivitas dan tingkat upah yang lebih tinggi.
Jika kondisi itu tidak diperbaiki, pertumbuhan ekonomi berisiko tetap bergantung pada konsumsi dan komoditas. Model tersebut dapat menopang aktivitas ekonomi, tetapi dinilai kurang kuat dalam menciptakan pekerjaan berkualitas dan memperluas manfaat pembangunan.
Untuk mengatasinya, ia mendorong agar investasi diarahkan ke industri padat karya berorientasi ekspor serta industri antara yang mampu memperdalam rantai pasok domestik. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga perlu dihubungkan dengan perusahaan besar melalui kemitraan pemasok lokal.
Upaya tersebut, perlu didukung pelatihan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri, kepastian regulasi, serta penurunan biaya logistik dan energi. Dunia usaha pun diharapkan berperan melalui program magang, kemitraan dengan pemasok lokal, serta investasi pada keterampilan dan produktivitas pekerja.
Dengan demikian, investasi tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!