Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Efek Erupsi dan Whoosh, Pariwisata Jawa Barat Mendadak Kebanjiran Ratusan Juta Wisatawan

3 Selasa, 03 Nov 2026, 02:35 WIB | Oleh:
Efek Erupsi dan Whoosh, Pariwisata Jawa Barat Mendadak Kebanjiran Ratusan Juta Wisatawan Efek Erupsi dan Whoosh, Pariwisata Jawa Barat Mendadak Kebanjiran Ratusan Juta Wisatawan Doc: ANTARA/HO BPS Jabar
Ket. Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati memberikan keterangan di Bandung, Senin (2/11).

BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mengungkapkan aktivitas pariwisata dan sektor transportasi di Provinsi Jawa Barat (Jabar) menunjukkan dinamika pertumbuhan yang sangat tinggi sepanjang September hingga menjelang akhir triwulan III-2026 imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Utamanya terjadi lonjakan drastis di Bandara Kertajati yang tak hanya reguler Singapura, tapi karena ada rute yang terpaksa dipindahkan dari Bandara Soekarno-Hatta imbas gangguan erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati dikonfirmasi di Bandung, Senin.

Ari merinci, pergerakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka tercatat sebanyak 305 kunjungan pada September 2026.

"Ini didominasi oleh warga negara berkebangsaan Singapura dengan pangsa 52,79 persen," katanya.

Sementara itu, kedatangan warga negara asing (WNA) melalui layanan kereta cepat Whoosh secara kumulatif periode Januari hingga September 2026 telah menembus 144.746 kunjungan.

Untuk sektor pariwisata domestik, total perjalanan Wisatawan Nusantara (Wisnus) dengan tujuan Jawa Barat hingga September 2026 secara kumulatif telah menembus angka 166,23 juta perjalanan, atau tumbuh 4,86 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) dan Bandung Raya masih menjadi magnet utama destinasi favorit yang menyerap hingga 52,56 persen dari total seluruh perjalanan wisnus di Jawa Barat. Lonjakan paling mencolok, kata Ari, terjadi pada sektor transportasi udara komersial.

Volume penumpang penerbangan domestik di Jawa Barat pada September 2026 meroket tajam sebesar 63,22 persen secara bulanan (month-to-month/m-t-m) menjadi 18,093 orang.

Peningkatan luar biasa ini, utamanya disumbang oleh normalisasi dan dibukanya kembali berbagai rute penerbangan komersial domestik dari Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung yang melayani 17,829 penumpang.

Tidak kalah fantastis, lonjakan penumpang penerbangan internasional melompat hingga 92,02 persen (m-to-m).

Ari menambahkan bahwa lonjakan drastis penerbangan internasional tersebut tidak hanya disumbang oleh rute reguler Singapura dari Bandara Kertajati, melainkan juga akibat adanya pengalihan rute jadwal penerbangan jemaah umrah yang terpaksa dipindahkan dari Bandara Soekarno-Hatta imbas gangguan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Megapolitan
Pencatutan Nama Pejabat Jad...
Megapolitan
Bansos bagi 2.200 Warga Tan...
Megapolitan
Makanan Minuman dan Tembaka...
Olahraga
Bayi Ajaib Itu Kini Tak Lag...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.