Putra Mahkota MBS Dikabarkan Harus Berpindah-pindah ke Istana Berbunker untuk Hindari Serangan Houthi - Arab Saudi Hadapi Dilema
Selasa, 13 Okt 2026, 07:43 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDi bidang militer, Mohammed bin Salman menghadapi pilihan yang tidak mudah. Respons militer yang lebih keras berisiko memperluas konflik, sementara sikap menahan diri dapat memberikan ruang bagi Houthi untuk melanjutkan serangan.
Pakar Teluk Kristian Coates Ulrichsen dari Baker Institute, Rice University, yang dikutip WSJ, menilai respons militer Saudi berisiko menyeret kerajaan lebih dalam ke konflik asimetris. Houthi telah menunjukkan kemampuan menyerang sasaran strategis meskipun Saudi memiliki sistem pertahanan udara dan anggaran militer yang besar.
Arab Saudi dilaporkan meminta dukungan pertahanan dari sekutu, termasuk Pakistan, serta mencari tambahan sistem pertahanan udara.
Riyadh juga mempertimbangkan dukungan bagi sekutunya di Yaman untuk menghadapi kemajuan kelompok Houthi. Sementara itu, Amerika Serikat telah memberikan bantuan intelijen dan perencanaan, tetapi belum secara langsung melancarkan serangan terhadap kelompok tersebut menurut laporan AP.
Di tengah eskalasi tersebut, jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pada Senin, 12 Oktober, bahwa Teheran siap membantu memfasilitasi dialog antara Saudi dan Houthi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan juga telah berbicara melalui telepon sehari sebelumnya, meskipun rincian pembicaraan tidak diungkapkan.
Perkembangan ini menempatkan Mohammed bin Salman di persimpangan antara menjaga keamanan nasional dan mempertahankan agenda transformasi ekonomi.
Jika serangan terus berlanjut, dampaknya tidak hanya akan dirasakan oleh militer dan masyarakat Saudi, tetapi juga oleh investor, sektor penerbangan, industri pariwisata, dan pasar energi global.
Bagi Riyadh, tantangan utamanya kini bukan sekadar mencegat rudal dan drone, melainkan memastikan bahwa konflik regional tidak menggagalkan upaya menjadikan Arab Saudi sebagai pusat bisnis dan investasi internasional. Besarnya sumber daya keuangan kerajaan dapat menjadi penyangga, tetapi menjaga kepercayaan investor akan semakin sulit apabila ancaman terhadap infrastruktur dan aktivitas ekonomi terus meningkat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!