Paus Leo XIV Masuk Rumah Sakit untuk Operasi Paru-Paru
📅 Selasa, 13 Okt 2026, 20:37 WIB | Oleh: Deri HenriawanBelum jelas apa yang akan terjadi jika terjadi komplikasi serius selama operasi.
Berdasarkan hukum Gereja, seorang tokoh yang dikenal sebagai Kardinal Camerlengo — atau bendahara — akan mengambil alih tugas administratif jika paus meninggal, tetapi para paus tidak memiliki wakil yang dapat menggantikan mereka jika mereka tidak mampu menjalankan tugasnya.
Marco Scarci, seorang ahli bedah toraks di Inggris, mengatakan kepada AFP bahwa operasi tersebut bukanlah “operasi yang sangat berisiko” dan ia memperkirakan pemulihan Paus Leo XIV akan cepat, meskipun “mungkin diperlukan waktu hingga tiga bulan untuk kembali ke tingkat kebugaran seperti sebelum operasi”.
Sebagian besar nodul paru bersifat jinak, atau bukan kanker, tetapi sebagian kecil di antaranya dapat menjadi tanda awal kanker paru-paru.
Vatikan mengatakan kepada AFP bahwa nodul tersebut ditemukan selama pemeriksaan kesehatan rutin, dan tidak ada gejala yang memicu pemeriksaan paru-paru Paus.
Sebuah nodul kecil disebut “lesi koin” karena pada hasil rontgen bentuknya mirip koin, demikian dijelaskan Profesor Federico Venuta, kepala bagian bedah toraks di Rumah Sakit Policlinico Umberto 1 di Roma, kepada AFP.
Nodul kecil cenderung tidak menimbulkan gejala, tetapi nodul yang lebih besar dapat menyebabkan sesak napas, nyeri dada, dan batuk yang terus-menerus — terkadang disertai darah.
Nodul semacam itu “bisa jadi merupakan berbagai macam lesi jinak — inflamasi, infeksi, autoimun, atau bawaan — atau bisa juga bersifat ganas,” kata Venuta.
Pengangkatan nodul dapat dilakukan dengan anestesi umum, di mana pasien bernapas melalui selang.
“Seringkali, lesi tersebut dapat dijangkau dari luar atau dalam, misalnya melalui biopsi yang dipandu citra atau endoskopi, tetapi terkadang hal ini tidak memungkinkan,” kata Venuta. Bahkan jika nodul tersebut ternyata tidak jinak, prognosis Paus akan “sangat positif”, katanya.
“Bagi seseorang yang secara umum sehat, prognosis untuk kanker paru-paru yang terdeteksi pada tahap sangat awal — khususnya nodul paru tanpa penyebaran ke bagian tubuh lain — benar-benar menguntungkan,” katanya.
Mengenai perjalanan ke Amerika Selatan, Venuta mengatakan bahwa “secara umum, aturannya adalah menghindari perjalanan udara selama sekitar 20 hari setelah operasi semacam ini, meskipun tentu saja ada sedikit kelonggaran.” AFP
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!