Trump dan Zelensky Saling Sindir Soal Kesepakatan Solar Russia
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 08:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Telegraph
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky saling melontarkan sindiran pada hari Sabtu (10/10) setelah Washington melonggarkan sanksi terhadap bahan bakar diesel Russia dan serangan berkelanjutan Moskow terhadap Ukraina menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk empat anak-anak.
Trump, yang partainya menghadapi prospek suram dalam pemilihan paruh waktu bulan depan sebagian karena melonjaknya harga bahan bakar AS, pada hari Jumat mengumumkan telah menghubungi Presiden Russia Vladimir Putin dan setuju mengizinkan Moskow melepaskan sejumlah besar solar ke pasar global.
Ukraina dan sekutu-sekutu Eropanya menyatakan kekecewaan atas langkah tersebut, Zelensky mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa itu adalah "keputusan yang lemah."
Sementara itu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan, Sabtu, pencabutan sanksi terhadap solar Russia hanya akan membantu memicu perang Kremlin terhadap Ukraina.
"Ini bukan saatnya untuk mengurangi tekanan pada Russia, dan Eropa tidak akan melakukannya," tulisnya di media sosial.
Ketika ditanya tentang kritik tersebut pada hari Sabtu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Zelensky telah melanggar perintahnya untuk tidak menyerang kilang minyak Russia. Trump mengatakan serangan itu berisiko memperburuk kekurangan bahan bakar global yang disebabkan oleh perang AS-Israel di Iran.
"Dia sebaiknya segera berhenti," kata Trump tentang serangan itu, sebelum menambahkan bahwa Ukraina harus "mendapatkan presiden baru."
"Saya sarankan mereka mencari pemimpin baru yang bisa membuat kesepakatan, karena dia bisa saja membuat banyak kesepakatan yang, entah mengapa, tidak pernah dia lakukan," kata Trump.
Tak lama kemudian, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menegaskan kembali "solidaritas penuhnya" terhadap Zelensky dalam sebuah panggilan telepon.
Sebuah pernyataan dari kantornya di Downing Street mengatakan bahwa Burnham juga menyatakan Inggris akan "memperkuat sanksi terhadap Russia."
Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga juga mendukung presidennya. "Dia mendapat dukungan dari rakyat Ukraina, dan mereka berhak untuk memutuskan," katanya dalam sebuah unggahan di X.
Serangan Bom di Ukraina
Moskow telah mengintensifkan serangan bom mematikan terhadap Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, menyebabkan korban sipil melonjak, sementara upaya yang dipimpin AS untuk menengahi penyelesaian konflik yang telah berlangsung lebih dari empat setengah tahun tetap menemui jalan buntu.
Pada Sabtu pagi, serangan bom luncur Russia di kota Zaporizhzhia, Ukraina tenggara, menewaskan 20 orang, termasuk tiga anak, menurut dinas penyelamatan negara Ukraina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!