Kebakaran Besar Hanguskan 500 Rumah di Bangka Selatan, Api Diduga dari Lahan yang Terbakar
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 08:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Biro Adpim Babel
PANGKALPINANG - Sekitar 500 rumah warga ludes terbakar di di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kabupaten Bangka Selatan pada Sabtu (10/10) malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan kebakaran berhasil dipadamkan.
"Alhamdulillah, saat ini api sudah berhasil dipadamkan, namun tetap dilakukan proses pendinginan," kata Plt Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel Agus Afandi di Dusun Serdang, Minggu.
Ia mengatakan hasil pendataan sementara dampak kebakaran di Dusun Serdang Desa Jelutung 2 Kabupaten Bangka Selatan pada Minggu (11/10) pukul 07.00 WIB, jumlah rumah terdampak kebakaran lebih kurang 500 unit dengan jumlah korban sebanyak 2.000 jiwa, sementara luas lahan terdampak belum diketahui, karena masih proses pendataan.
"Saat ini tim kebakaran masih melakukan proses pendinginan mengingat material rumah warga yang terdampak hampir sebagian besar dari papan," katanya.
Ia menyatakan kronologis kejadian kebakaran di Dusun Serdang pada Sabtu (10/10) pukul 15.10 WIB, Komandan Regu 2 BPBD Provinsi Kepulauan Babel menerima informasi dan memantau media sosial bahwa ada kebakaran lahan di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan.
Kemudian, di bawah koordinator Komandan Regu Piket mengkonfirmasi langsung ke Kepala Bidang KL BPBD Babel mempersiapkan personel sarana dan prasarana untuk menuju lokasi kejadian di Dusun Serdang Desa Jelutung 2.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui, api mulai menyala sekitar pukul 15.10 WIB yang membakar lahan, namun diperoleh informasi penyebab kebakaran hebat ini berawal dari terbakarnya lahan di dekat lingkungan permukiman penduduk.
"Tiupan angin kencang dan lokasi kering membuat api semakin cepat merambat ke pemukiman penduduk, kebanyakan material rumah penduduk dinding papan.Update laporan pukul 21.10 WIB sudah menghanguskan ratusan rumah, namun data ini belum final," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!