MotoGP Mandalika Jadi Awal Enam Seri Penentuan Gelar Martin dan Marquez

Jumat, 09 Okt 2026, 09:05 WIB

MANDALIKA – Aleix Espargaro melontarkan pujian kepada Jorge Martin dan Aprilia yang mampu membawa persaingan gelar juara dunia MotoGP musim ini hingga berhadapan langsung dengan Marc Marquez. Menurut Espargaro, keberhasilan Martin menantang dominasi Marquez merupakan pencapaian luar biasa, mengingat rekam jejak sang juara dunia dalam pertarungan perebutan gelar secara langsung.

Espargaro, yang kini menjadi pembalap penguji Honda Racing Corporation (HRC), kembali turun ke lintasan MotoGP pada GP Indonesia di Sirkuit Mandalika akhir pekan ini. Ia menggantikan Joan Mir, sementara sahabat dekatnya, Martin, datang ke Indonesia dengan keunggulan hanya dua poin atas Marquez di puncak klasemen.

Ket. Foto: Marc Marquez dan Jorge Martin. — Sumber: MotoGP

“Ini kejuaraan yang sangat menarik,” kata Espargaro di Mandalika. “Marc sepanjang kariernya belum pernah kalah dalam pertarungan perebutan gelar yang berlangsung secara langsung. Jadi, apa yang dilakukan Jorge sungguh luar biasa. Saya senang untuknya. Saya juga sangat senang untuk Aprilia.”

Pujian Espargaro memiliki makna tersendiri karena ia merupakan salah satu sosok penting dalam perjalanan Aprilia menembus jajaran elite MotoGP. Ia menjadi kapten tim tersebut selama proses peningkatan daya saing Aprilia, sebelum mengakhiri karier sebagai pembalap penuh waktu pada akhir 2024 dan beralih menjadi pembalap penguji HRC.

Espargaro mengaku bangga melihat perkembangan mantan timnya itu. Ketika pertama kali bergabung dengan Aprilia, pabrikan Italia tersebut masih berada di posisi terbawah dalam persaingan MotoGP. Kini, mereka mampu menantang Marquez, yang dianggap sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang sejarah.

“Melihat merek yang ketika pertama kali saya bekerja bersama mereka di kejuaraan ini berada di posisi terakhir, sekarang bertarung memperebutkan gelar melawan pembalap terbaik dalam sejarah, merupakan sesuatu yang luar biasa,” ujar Espargaro.

“Karena itu, kejuaraan ini sangat menyenangkan. Mudah-mudahan mereka bisa membawa persaingan ini sampai seri terakhir. Kali ini, saya akan menyaksikannya dari belakang!”

GP Indonesia di Mandalika menjadi awal dari rangkaian enam seri terakhir yang berpotensi menentukan perebutan gelar juara dunia musim ini. Martin, juara dunia 2024 bersama Pramac, harus menghadapi tantangan Marquez, juara dunia MotoGP tujuh kali yang kini memperkuat Ducati.

Martin mengaku percaya diri menghadapi balapan di Indonesia. Keyakinannya bukan semata-mata didasarkan pada hasil, melainkan juga perkembangan yang dirasakan saat mengendarai motor.

“Saya merasa percaya diri bukan karena hasil yang diraih, melainkan karena sensasi yang saya dapatkan dari motor. Saya merasa semakin cepat,” kata Martin.

Menurutnya, tim telah menemukan solusi atas berbagai persoalan teknis yang sebelumnya menghambat performa. Perbaikan tersebut membuat Martin merasa datang ke Mandalika pada momentum yang tepat.

“Kami memiliki solusi untuk setiap masalah. Saya pikir kami telah membuat kemajuan yang baik bersama motor dan tim. Kami datang pada momen yang sangat bagus,” ujarnya.

Meski demikian, Martin menyadari bahwa persaingan MotoGP selalu menghadirkan ketidakpastian. Karena itu, ia menilai konsistensi dalam mengumpulkan poin akan menjadi faktor penting.

“Namun, Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi di MotoGP. Seperti biasa, sangat penting untuk mendapatkan poin yang bagus,” katanya.

Martin juga tidak ingin hanya berfokus pada Marquez. Ia menilai Marco Bezzecchi, rekan setimnya di Aprilia, berpotensi menjadi pesaing kuat di Mandalika.

Martin absen pada GP Indonesia tahun lalu akibat cedera. Saat itu, Bezzecchi tampil sangat kompetitif bersama Aprilia sebelum kesalahan di balapan utama membuatnya bertabrakan dengan Marquez.

“Marco sangat kuat bersama Aprilia musim lalu. Dia menjadi pembeda, tetapi tentu saja motornya juga bekerja dengan baik,” kata Martin.

Menghadapi balapan kali ini, Martin memperkirakan persaingan akan berlangsung ketat.

“Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi setiap tahun. Akan sulit menghadapi Marc dan Marco akhir pekan ini, tetapi saya akan berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Dengan selisih hanya dua poin antara Martin dan Marquez, setiap kesalahan maupun keberhasilan meraih poin maksimal di Mandalika dapat memengaruhi arah perebutan gelar.

Ketika diminta menyebut siapa yang diharapkan memenangi pertarungan gelar musim ini, Espargaro tidak menyembunyikan keberpihakannya.

Selain memiliki hubungan persahabatan yang erat dengan Martin, ia juga menyimpan ikatan emosional dengan Aprilia, tim yang pernah menjadi bagian penting dalam kariernya.

“Jorge adalah salah satu sahabat terbaik saya, dan Aprilia merupakan merek yang sangat penting bagi saya. Dukungan itu datang dari lubuk hati saya. Jadi, saya rasa mudah untuk mengetahui siapa pilihan saya,” kata Espargaro.

Dukungan tersebut menambah warna dalam persaingan menuju akhir musim. Martin berusaha mempertahankan keunggulan tipisnya, sedangkan Marquez memburu gelar berikutnya bersama Ducati. Di tengah persaingan kedua pembalap itu, Mandalika menjadi panggung penting untuk menguji konsistensi dan kesiapan mereka menghadapi enam seri penentuan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.