MotoGP Malaysia: Marquez Perlebar Jarak di Puncak Klasemen Setelah Martin Mundur karena Cedera

Minggu, 01 Nov 2026, 00:02 WIB

SEPANG – Marc Marquez semakin kokoh di puncak klasemen MotoGP setelah finis di posisi kedua pada sprint race MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Sabtu (31/10). Hasil tersebut membuat pembalap Ducati itu memperlebar keunggulan menjadi 19 poin atas pesaing terdekatnya, Jorge Martin, yang terpaksa mundur akibat cedera.

Pedro Acosta tampil sebagai pemenang setelah menyelesaikan balapan dalam waktu 20 menit 4,098 detik. Marquez menyusul di posisi kedua dengan selisih 0,578 detik, sedangkan Marco Bezzecchi melengkapi podium setelah merebut posisi ketiga melalui persaingan ketat pada lap-lap akhir.

Ket. Foto: Pedro Acosta (kanan) dan Marc Marquez bersaing dalam sprint race MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang. Marquez finis kedua dan memperlebar keunggulan di klasemen kejuaraan dunia. — Sumber: MotoGP

Balapan berlangsung dramatis sejak lampu start dipadamkan. Marquez sempat mengalami insiden nyaris bertabrakan dengan Ai Ogura saat memasuki tikungan tajam. Sementara itu, Alex Marquez yang memulai balapan dari pole position berhasil mempertahankan keunggulan pada awal lomba.

Namun, persaingan berubah pada lap ketiga ketika Alex terjatuh setelah kehilangan kendali di sebuah tikungan panjang. Insiden tersebut membuka jalan bagi Ogura untuk mengambil alih posisi terdepan.

Marquez yang sempat turun posisi kemudian merangsek ke urutan ketiga, tepat di belakang Acosta. Gerimis ringan yang membasahi lintasan Sepang turut membuat persaingan semakin sulit diprediksi.

Pada lap ketujuh, Acosta berhasil menyalip Ogura untuk mengambil alih pimpinan lomba. Tak lama kemudian, Marquez juga melewati pembalap Jepang tersebut dan naik ke posisi kedua.

Ogura tidak menyerah begitu saja. Ia beberapa kali terlibat aksi saling menyalip dengan Marquez. Namun, pengalaman juara dunia tujuh kali itu akhirnya berbicara. Marquez berhasil melewati pebalap Trackhouse tersebut di sebuah tikungan sempit dan mempertahankan posisi kedua hingga garis finis.

Meski memperbesar keunggulan di klasemen, Marquez mengaku tidak menikmati jalannya balapan. Menurut dia, sprint race di Sepang lebih menyerupai pekerjaan berat yang harus diselesaikan dengan penuh konsentrasi.

"Saya sama sekali tidak menikmatinya. Hari ini benar-benar menjadi pekerjaan berat. Kami hanya melakukan apa yang harus dilakukan," ujar Marquez.

Ia mengakui Sepang bukan sirkuit yang selalu mudah ditaklukkan. Namun, hasil yang diraihnya sejauh ini membuat posisinya dalam persaingan gelar juara dunia semakin menguntungkan.

"Di beberapa tahun sebelumnya, saya cukup kesulitan di sirkuit ini. Namun, sekarang kami mampu mengelolanya dengan baik. Besok saya harus tetap sangat berkonsentrasi," katanya.

Di sisi lain, mundurnya Martin menjadi pukulan besar bagi ambisinya merebut kembali gelar juara dunia yang diraih pada 2024. Pebalap Aprilia tersebut memutuskan tidak melanjutkan aktivitas akhir pekan di Sepang setelah kondisinya belum pulih dari cedera patah pergelangan tangan.

Dengan hanya tiga seri akhir pekan tersisa setelah MotoGP Malaysia, peluang Martin untuk mengejar Marquez semakin berat. Meski demikian, pebalap Spanyol itu menegaskan belum akan menyerah.

"Mungkin saya masih bisa memenanginya, tetapi bagi saya, ini sudah terasa seperti sebuah kekalahan," kata Martin.

Ia memastikan tetap akan berjuang sampai akhir, bukan semata-mata demi ambisi pribadi, melainkan juga untuk tim dan orang-orang yang selama ini mendukungnya.

"Saya akan berjuang sampai akhir. Bukan hanya untuk diri sendiri, karena pada akhirnya saya sudah pernah menjadi juara. Saya juga berjuang untuk tim dan semua orang yang mendukung saya," ujarnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.