Rupiah Rentan Tertekan - 08 Oktober 2026
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 08:38 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA – Rupiah berpotensi kembali tertekan seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi geopolitik di Timur Tengah.
Ketidakpastian tersebut dapat mendorong investor mengalihkan dana ke aset safe haven, terutama dolar AS, sehingga meningkatkan tekanan terhadap rupiah dan memperbesar volatilitas nilai tukar.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi melihat prospek rupiah masih dibayangi dampak dari konflik di Timur Tengah terhadap harga minyak dunia yang tetap tinggi.
Menurutnya, hubungan Amerika Serikat (AS)-Iran tak menunjukkan tanda-tanda perbaikan, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa tidak ada yang tahu siapa yang sebenarnya memimpin Iran di tengah konflik delapan bulan antara AS-Israel dan Iran.
Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (8/10), bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di kisaran 17.880 - 17.930 rupiah per dollar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Rabu (7/10), bergerak menguat 12 poin atau 0,07 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.887 rupiah per dollar AS.
“Penguatan rupiah dipengaruhi cadangan devisa (cadev) Indonesia yang menunjukkan posisi tetap kuat di 146,3 miliar dollar AS pada September, meski sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 146,5 miliar dollar AS,” jelas Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa di Jakarta.
Amru menambahkan posisi tersebut masih setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan.
Kondisi ini menjadi sentimen positif karena menunjukkan ruang stabilisasi rupiah masih cukup kuat.
Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, penguatan rupiah hari ini lebih banyak ditopang oleh kombinasi pelemahan dollar AS seiring peningkatan ekspektasi The Fed dapat mengambil sikap lebih dovish dan posisi eksternal Indonesia yang masih terjaga.
Kendati demikian, ruang penguatan tetap berpotensi terbatas karena pasar masih menunggu sinyal dari Federal Open Market Committee (FOMC) Minutes dan perkembangan kebijakan The Fed.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!