Tak Mau Kelapa Cuma Dijual Mentah, Kementan Dorong Hilirisasi Besar-besaran
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 06:16 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoMANADO - Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Mutiara Sari menyebutkan Kementerian Pertanian saat ini tengah fokus pada program hilirisasi perkebunan tujuh komoditas strategis nasional, salah satunya kelapa.
"Jadi arahan Menteri Pertanian yaitu untuk memastikan bahwa nanti hilirisasi yang akan kita hadapi di lima tahun ke depan dapat berjalan sebaik mungkin," kata Mutiara Sari usai Munas Koalisi Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa di Manado, Rabu.
Proses tersebut kata dia akan dilaksanakan secara simultan yang dimulai dari memperkuat peremajaan di hulu.
"Jadi tahun ini ada sekitar 151 ribuan hektare alokasi APBN untuk kawasan kelapa dan ini alokasi terbesar dibandingkan sebelum-sebelumnya dan akan dilanjutkan di tahun depan karena masih menjadi program prioritas Kementan," kata Mutiara.
Kementan menurut dia, juga akan mendorong peran dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) salah satunya PTPN dalam program tersebut.
"Jadi memang sudah ada komitmen-komitmen yang akan kita tuangkan dalam draf Inpres nantinya dan itu akan kita inisiasi salah satunya untuk mendorong hilirisasi kelapa dengan membangun pabrik. Itu yang saat ini sedang bergulir untuk peraturannya," katanya menambahkan.
Dia menambahkan, Kementan saat ini juga mendorong adanya kajian tata naga kelapa.
Jadi jika harga hanya Rp5.000 untuk kelapa, itu masih murah karena semua bagian itu bisa dijual apalagi kalau sudah jadi produk akhir seperti VCO dan lain-lain harganya sudah sangat tinggi dengan nilai tambah sangat tinggi pula.
"Jadi program kita akan seperti itu, tapi kita akan fokus untuk penguatan hulunya," katanya menambahkan.
Munas Munas Koalisi Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa (KOPEK) dihadiri sejumlah kepala daerah penghasil kelapa seperti Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, serta perwakilan Provinsi Gorontalo, akademisi, peneliti serta pihak terkait lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!