Riset Pangan Lokal Didorong Jadi Fondasi Inovasi dan Kemandirian Bangsa
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 23:20 WIB | Oleh: Haryo BronoMenurut Purwiyatno, kekayaan tersebut dapat menjadi sumber gagasan untuk pengembangan inovasi pangan apabila didukung penelitian yang memadai.
“Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal dan pengetahuan tradisional yang dapat menjadi sumber gagasan inovasi. Riset berperan penting untuk memahami potensi tersebut, menguji manfaatnya secara ilmiah, serta memastikan keamanan dan mutu dalam pengembangannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas peneliti muda menjadi bagian penting agar kekayaan pangan lokal dapat dikembangkan melalui pendekatan ilmiah.
“Melalui IRN, kami ingin membangun generasi peneliti muda yang kritis, kreatif, dan mampu menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga hasil riset memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi solusi pangan yang bermanfaat,” kata Purwiyatno.
Pendekatan tersebut sejalan dengan tema Hari Pangan Sedunia 2026 yang menempatkan inovasi dan pengetahuan tradisional sebagai bagian dari upaya membangun masa depan pangan. Dalam konteks Indonesia, riset terhadap sumber daya pangan lokal juga dapat memperluas pilihan pangan yang aman, bergizi, dan beragam sekaligus membuka peluang penciptaan nilai tambah bagi masyarakat.
Dua Dekade Mendukung Peneliti Muda
Program IRN diluncurkan pada 2006 sebagai kelanjutan dari Program Bogasari Nugraha yang telah dirintis sejak 1998. Selama dua dekade, program tersebut telah menerima lebih dari 19.200 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa S1 dari lebih dari 200 universitas dan perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
Dukungan yang diberikan IRN mencakup bantuan dana penelitian dan pendampingan dari Tim Pakar yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. Melalui proses seleksi, bimbingan, dan penilaian hasil penelitian, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperkuat kemampuan riset, mengembangkan pola pikir kritis, serta membangun jejaring dengan akademisi dan praktisi industri.
Head of Corporate Communications PT ISM Tbk Stefanus Indrayana mengatakan perjalanan dua dekade IRN merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang penelitian.
“Dua puluh tahun perjalanan IRN merupakan wujud konsistensi dalam mendukung generasi peneliti muda Indonesia. Kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bereksplorasi, memperkuat kemampuan ilmiah, dan mengembangkan kekayaan pangan lokal menjadi gagasan inovasi yang relevan bagi masyarakat,” ujar Stefanus.
“Sebagai perusahaan solusi pangan menyeluruh yang lahir dan bertumbuh di Indonesia, kami percaya bahwa investasi pada riset dan sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam membangun masa depan pangan Indonesia,” lanjutnya.
Selama pelaksanaannya, IRN juga membangun jejaring alumni yang kini berkiprah sebagai akademisi, peneliti, profesional, dan wirausahawan. Jejaring tersebut menjadi bagian dari modal sosial untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan pangan.
IRN 2026–2027 Pilih 83 Peneliti
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!