10 Tahun Susuri Jakarta, Bunda Reza Berjuang Besarkan Dua Anak hingga Mandiri
📅 Rabu, 07 Okt 2026, 20:12 WIB | Oleh: Haryo BronoBagi dia, kemandirian bukan sekadar memiliki pekerjaan atau penghasilan. Kemandirian juga berarti memiliki keyakinan bahwa seseorang mampu menghadapi persoalan dan terus berusaha ketika keadaan tidak sesuai harapan.
Ia ingin anaknya tumbuh sebagai pribadi yang percaya pada kemampuan sendiri dan tidak mudah menyerah. Pesan itu rupanya turut membentuk cara pandang putra keduanya. Sang anak pernah mengatakan ingin belajar hidup mandiri agar suatu hari dapat membahagiakan ibunya dan kakaknya.
Bagi Bunda Reza, ucapan tersebut menjadi bentuk lain dari hasil perjuangannya.
Ketika Biaya Pendidikan Harus Segera Dibayar
Sebagai orang tua tunggal, salah satu tantangan terbesar bukan hanya mendapatkan penghasilan, tetapi memastikan penghasilan tersebut cukup ketika kebutuhan besar datang secara bersamaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu pengalaman yang paling diingat Bunda Reza terjadi ketika putra keduanya akan masuk SMA. Biaya pendidikan saat itu menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Di tengah berbagai kebutuhan rumah tangga, ia sempat bertanya-tanya dari mana dana tersebut akan diperoleh.
"Ketika anak saya akan masuk SMA, saya sempat menghadapi tantangan dalam menyiapkan biaya pendidikannya. Saya sempat bertanya dalam hati, 'Uangnya dari mana?' Karena saya single parent, tentu saya ingin kebutuhan anak, terutama pendidikan, tetap terpenuhi," ujarnya.
Pada masa itu, ia menerima notifikasi mengenai fasilitas GrabModal Narik by OVO Finansial melalui aplikasi. Bunda Reza kemudian mempertimbangkan fasilitas tersebut sebagai salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan yang sedang dihadapi. Pada pembiayaan pertamanya, ia memperoleh sekitar Rp8 juta. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak. Sebagian lainnya disimpan sebagai dana cadangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi Bunda Reza, dana cadangan penting karena kebutuhan keluarga tidak selalu dapat diprediksi. Setelah kebutuhan pendidikan teratasi, pada kesempatan lain ia kembali memanfaatkan akses pembiayaan untuk kebutuhan mendesak, termasuk memperbaiki bagian dapur rumah yang mengalami kerusakan cukup parah.
Namun, pengalaman tersebut juga membuatnya semakin menyadari bahwa memperoleh pembiayaan harus disertai kemampuan mengelola keuangan.
"Bagi saya, ketika mengambil GrabModal Narik, berarti saya juga harus siap dengan tanggung jawab untuk membayarnya. Saya selalu menghitung dari penghasilan saya on-bid berapa yang bisa saya sisihkan untuk pembayaran tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari," katanya.
Perhitungan tersebut menjadi bagian dari kebiasaannya dalam mengelola pendapatan. Ia tidak ingin kebutuhan yang satu diselesaikan dengan mengorbankan kebutuhan lain. Karena itu, sebelum mengambil pembiayaan, ia berusaha menghitung kemampuan pembayaran berdasarkan penghasilan yang diperoleh dari bekerja.
"Dengan begitu, saya bisa lebih tenang karena tahu batas kemampuan saya," ujarnya.
Berbagi Pengalaman dengan Pengemudi Perempuan
Pengalaman selama satu dekade tidak hanya disimpan untuk dirinya sendiri. Bunda Reza kini juga aktif dalam komunitas pengemudi perempuan sebagai Ketua Komunitas Lady Grab Jakarta Timur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!